Para Pelayat Hormati Hakim Ruth Ginsburg di Luar Mahkamah Agung AS

Ada pertarungan hegemoni politik di Mahkamah Agung Amerika Serikat pasca wafatnya hakim agung Ruth Badetr Ginsburg
Ramses Rianto Manurung - Video, Rabu, 23-09-2020 10:54 WIB

Warga Amerika berkumpul di tugu peringatan darurat di seluruh negeri untuk berduka atas kematian Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg, seorang ikon feminis liberal. Sementara, Presiden Donald Trump mengisyaratkan niatnya untuk mengisi kekosongan beberapa minggu sebelum sebuah pemilihan panas.

Pengunjung Mahkamah Agung meninggalkan bunga dan tanda pada siang hari, banyak dengan anak kecil di belakangnya. Pada malam hari, kerumunan orang membengkak memenuhi jalan di depan gedung pengadilan. Para pelayat mendengarkan kelompok Capella menyanyikan "A Change Is Gonna Come" lagu kebangsaan hak-hak sipil dan pembicara termasuk Senator Massachusetts, Elizabeth Warren.

Warren mengatakan "Mitch Mcconnell dan anak buahnya percaya bahwa mereka dapat menembus pengadilan Mahkamah Agung hanya empat puluh lima hari dari pemilihan. Mitch Mcconnell percaya bahwa pertarungan ini telah berakhir. Apa yang tidak dipahami oleh mMtch Mcconnell adalah pertarungan ini baru saja dimulai,"

Pada Jumat (18/9/2020), Mcconnell mengatakan Senat akan memberikan suara pada setiap pengganti yang dinominasikan oleh Trump, Presiden dari Partai Republik yang sekarang memiliki kesempatan untuk menunjuk hakim ketiganya dan memberikan pengadilan mayoritas konservatif 6 berbanding 3, pada saat perpecahan mendalam di Amerika. 

Ginsburg (87 tahun)  meninggal pada Jumat malam karena kanker pankreas.

Apa Kata Dunia hadir untuk anda mengenai berita-berita dari mancanegara terkuat setiap minggunya. Saksikan Apa Kata Dunia setiap hari Senin-Jumat Jam 21.00 WIB hanya di Nusantara TV.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0