Oposisi Belarusia Desak UE Untuk Melanjutkan Sanksi

Sengketa pemilu Belarusia yang dimenangkan Presiden Alexander Lukashenko berbuntut panjang dan terancam sanksim dari Uni...
Ramses Rianto Manurung - Video, Rabu, 23-09-2020 10:38 WIB

Pemimpin oposisi utama Belarusia mendesak Uni Eropa untuk menyetujui sanksi terhadap pejabat yang dituduh mencurangi pemilihan presiden bulan lalu. Pesaing Lukashenko melakukan perjalanan ke Brussel untuk memberi tahu menteri luar negeri blok tersebut agar menunjukkan keberanian.

Meskipun protes massal keenam berturut-turut pada akhir pekan terhadap Presiden Alexander Lukashenko atas sengketa pemungutan suara 9 Agustus, Uni Eropa belum menindaklanjuti ancaman untuk menjatuhkan sanksi terhadap pejabat Belarusia. Negara-negara anggota Uni Eropa belum memberikan persetujuan pada daftar akhir dari sekitar 40 pejabat yang akan menjadi sasaran.

Pemimpin oposisi Belarusia, Sviatlana Tsikhanouskaya yang melarikan diri ke Lithuania setelah pemilu kepada wartawan mengatakan "sanksi penting dalam perjuangan mereka  karena itu bagian dari tekanan yang dapat memaksa apa yang disebut pihak berwenang untuk memulai dialog dengannya di dewan oposisi," 

Uni Eropa  seperti Amerika Serikat menginginkan pemilu baru di Belarus dan agar Lukashenko mundur setelah 26 tahun berkuasa.

Tsikhanouskaya yang diyakini para pendukungnya memenangkan pemilihan 9 Agustus, telah membatalkan pencalonannya dalam pemilihan baru.

Apa Kata Dunia hadir untuk anda mengenai berita-berita dari mancanegara terkuat setiap minggunya. Saksikan Apa Kata Dunia setiap hari Senin-Jumat Jam 21.00 WIB hanya di Nusantara TV.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0