Dokter Silang Pendapat Dengan Politisi Soal Data Kasus

Presiden Tayyip Erdogan menuduh Asosiasi Medis Turki melakukan pengkhianatan terkait penanganan covid-19
Ramses Rianto Manurung - Video, Selasa, 22-09-2020 14:22 WIB

Kasus virus corona yang muncul kembali di Turki memicu ketegangan antara dokter melawan politisi. Para dokter  mengatakan angka resmi meremehkan skala wabah, di sisi lain  politisi menuduh asosiasi medis negara itu merusak upaya untuk menahannya. 

Lebih dari 1.600 kasus baru dan 60 kematian akibat covid-19 sekarang dilaporkan setiap hari, jauh dari tingkat puncak pada bulan April tetapi terus meningkat, dengan jumlah rata-rata kematian sekarang tiga kali lipat dari tingkat yang tercatat antara Juni dan Agustus.

Para dokter di seluruh Turki minggu ini mengenakan pita hitam untuk memperingati rekan-rekannya yang telah meninggal. Bagian dari protes yang juga termasuk kampanye media sosial dengan pesan untuk pemerintah: "anda tidak dapat mengaturnya; kami kelelahan"

Dokter Halis Yerlikaya yang bekerja di sebuah rumah sakit di Provinsi Diyarbakir mengatakan jumlah kasus yang diumumkan oleh pemerintah "tidak mencerminkan kenyataan."

Mengenakan pita hitam di jas medis putihnya, dia mengatakan dokter ingin menyoroti tantangan dan risiko yang mereka hadapi.

Banyak dokter mempertanyakan angka resmi covid-19. Mereka  mengatakan bahwa meskipun mereka tidak memiliki data nasional independen mereka sendiri, skala kasus yang mereka lihat di tingkat lokal tidak sesuai dengan gambaran yang lebih besar yang disajikan oleh pemerintah.

Devlet Bahceli dari Partai Gerakan Nasionalis yang aliansinya dengan partai  Presiden  Erdogan mendukung mayoritas parlemen mencuit "Asosiasi Medis Turki sama berbahayanya dengan virus corona dan menyebarkan ancaman,"

Sementara, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca menepis kritik asosiasi medis terhadap data covid-19 dengan mengatakan dia telah berulang kali menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh jumlah yang terus bertambah dan tidak mengecilkan tantangan yang dihadapi rumah sakit.

Kampanye para dokter tersebut memicu teguran keras dari sekutu parlemen Presiden Tayyip Erdogan yang menuduh mereka melakukan pengkhianatan dan menyerukan agar asosiasi medis ditutup.

Negara berpenduduk sekitar 83 juta orang tersebut sejauh ini melaporkan sekitar 300.000 kasus covid-19/  dengan hampir 7.400 kematian.

Apa Kata Dunia hadir untuk anda mengenai berita-berita dari mancanegara terkuat setiap minggunya. Saksikan Apa Kata Dunia setiap hari Senin-Jumat Jam 21.00 WIB hanya di Nusantara TV.
 
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0