Berunding dengan Azerbaijan, Perdana Menteri Armenia Dituntut Mundur

Pashinyan mengatakan dia menyelesaikan kesepakatan damai di bawah tekanan dari pasukannya.
Ramses Rianto Manurung - Video, Jumat, 13-11-2020 20:15 WIB

Puluhan ribu warga Armenia turun ke jalan menuntut Perdana Menteri Nikol Pashinyan mengundurkan diri. Pashinyan didemo lantaran menyepakati gencatan senjata dengan Azerbaijan terkait perang di Nagorno-Karabakh. Warga Armenia menilai gencatan senjata justru  mengamankan kemajuan teritorial Azerbaijan di Nagorno-Karabakh setelah enam minggu pertempuran. 

Gencatan senjata yang diumumkan pada Selasa (10/11/2020) mengakhiri pertempuran terburuk di kawasan itu dalam beberapa dekade dan dirayakan sebagai kemenangan di Azerbaijan. Pashinyan menyebutnya bencana tetapi mengatakan dia tidak punya pilihan selain menandatanganinya untuk mencegah kekalahan. 

Beberapa ribu orang menentang larangan darurat militer pada unjuk rasa jalanan untuk memprotes di ibu kota Yerevan, sehari setelah pengunjuk rasa menyerbu dan menggeledah beberapa gedung pemerintah.  

Terlepas dari pandemi virus corona yang telah melanda Armenia, para pengunjuk rasa  beberapa mengenakan masker berkumpul pada Rabu (11/11/2020) meskipun pemimpin oposisi terkemuka dan beberapa lainnya pada awal unjuk rasa telah ditangkap.  

Gencatan senjata menghentikan aksi militer di dan sekitar Nagorno-Karabakh daerah kantong yang diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dihuni oleh etnis Armenia. Berdasarkan perjanjian tersebut 2.000 tentara penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut. 

Sejak awal 1990-an, etnis Armenia memiliki kendali militer atas seluruh Nagorno-Karabakh dan sebagian besar wilayah Azeri di sekitarnya. Mereka sekarang telah kehilangan sebagian besar daerah kantong itu sendiri serta wilayah sekitarnya.  

Pashinyan mengatakan dia menyelesaikan kesepakatan damai di bawah tekanan dari pasukannya. Pemimpin Nagorno-Karabakh mengatakan ada risiko Azerbaijan mengambil kendali atas seluruh kantong setelah jatuhnya kota terbesar kedua Shushi yang dikenal oleh Azeri sebagai Shusha.

Pashinyan menegaskan dia mengambil tanggung jawab pribadi atas kemunduran, tetapi dia menolak seruan untuk mundur. Ia juga tidak menanggapi protes warga tersebut.

Apa Kata Dunia hadir untuk anda mengenai berita-berita dari mancanegara terkuat setiap minggunya. Saksikan Apa Kata Dunia setiap hari Senin-Jumat Jam 21.00 WIB hanya di Nusantara TV. 


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0