Turki Ancam Pasukan Khalifa Haftar

Turki adalah pendukung asing utama pemerintah kesepakatan nasional (GNA) Libya yang diakui secara internasional yang berbasis di Tripoli

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar pada Sabtu (26/12/2020) memperingatkan pasukan Khalifa Haftar dan pendukung mereka yang berbasis di Libya Timur. Turki akan memandang pemerintahan tandingan di Libya tersebut  sebagai "target yang sah" jika mereka berusaha menyerang pasukan Turki di wilayah tersebut.

Turki adalah pendukung asing utama pemerintah kesepakatan nasional (GNA) Libya yang diakui secara internasional yang berbasis di Tripoli. Pemerintahan mereka selama bertahun-tahun telah memerangi tentara nasional Libya (LNA) Haftar yang didukung oleh Rusia, Uni Emirat Arab dan Mesir.

Pada Oktober GNA dan LNA menandatangani perjanjian gencatan senjata dan perserikatan bangsa-bangsa telah mendorong dialog politik yang ditujukan pada pemilihan tahun depan sebagai solusi. Rusia pada Rabu (23/12/2020) kemarin juga telah menyerukan untuk mengintensifkan upaya internasional menuju penyelesaian perdamaian di negara tersebut. 

Berbicara selama mengunjungi pasukan Turki di Tripoli, Akar mengatakan Haftar baru-baru ini mulai menargetkan pasukan Turki di Libya dan menyerukan serangan terhadap pasukan Turki dan juga meminta semua pihak untuk mendukung pembicaraan politik. 

Turki telah mengirim personel dan peralatan militer ke GNA membantu mengubah gelombang perang di Libya sambil terlibat dalam pembicaraan dengan Moskow untuk solusi konflik antara GNA dan LNA. 

Kedua belah pihak telah berhenti menarik pasukan dari garis depan, seperti yang diminta oleh gencatan senjata. Panel ahli PBB mensinyalir pendukung asing dari kedua belah pihak melanggar embargo senjata di Libya. 

Bulan lalu Turki dan Jerman memperdagangkan duri atas pencarian kapal barang Turki oleh misi militer Uni Eropa di mediterania yang bertujuan untuk menegakkan embargo senjata Libya dalam sebuah tindakan yang oleh ankara disebut ilegal. 

Bulan ini LNA juga mencegat sebuah kapal Turki  berbendera Jamaika menuju ke pelabuhan Misrata hingga memicu teguran marah dari Ankara. Kapal itu kemudian dibebaskan.

Nusantara Pagi hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Pagi setiap hari Senin - Jumat jam 06.00 WIB hanya di Nusantara TV 
 

Login dengan
LIVE TV & NETWORK