Arab Saudi Minta Negara Anggota OPEC Patuh Soal Potongan Produksi Minyak

Arab Saudi dan Rusia meminta anggota OPEC dan sekutunya untuk lebih mematuhi pemotongan produksi minyak.
Arab Saudi Minta Negara Anggota OPEC  Patuh Soal Potongan Produksi Minyak
Logo OPEC (seputar forex)

Riyadh, Nusantaratv.com - Arab Saudi dan Rusia meminta anggota OPEC dan sekutunya untuk lebih mematuhi pemotongan produksi minyak.

Permintaan itu Yang secara efektif mengisyaratkan mereka ingin negara-negara yang berproduksi berlebihan seperti Nigeria dan Irak untuk mengekang produksi guna membantu mendorong harga minyak.

 Melansir Reuters, panggilan dari menteri energi Saudi dan Rusia datang setelah menteri perminyakan Irak Thamer Ghadhban mengatakan bahwa OPEC dan sekutu-sekutunya dapat membahas pemotongan yang lebih dalam di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga : El Salvador Kirim Ratusan Polisi ke Perbatasan, Gagalkan Para Imigran AS

 Dua delegasi OPEC mengatakan pemotongan lebih dalam memang bisa dibicarakan, ketika beberapa menteri OPEC bertemu untuk komite pengawasan pasar di Abu Dhabi menjelang pertemuan resmi OPEC + pada bulan Desember.

 Tetapi Pangeran Abdulaziz bin Salman, yang mengambil alih sebagai menteri energi Saudi dari Khalid al-Falih pada hari Minggu, dan menteri energi Rusia Alexander Novak mengatakan pada hari Kamis beberapa produsen perlu terlebih dahulu untuk mematuhi pemotongan yang lebih baik. 

"Setiap negara diperhitungkan terlepas dari ukurannya. Setiap negara harus memenuhi komitmennya," kata Pangeran Abdulaziz. 

Irak telah meningkatkan produksi dan ekspornya dengan tajam dalam beberapa tahun terakhir, sementara ekspor Iran telah jatuh 10 kali lipat selama tahun lalu karena sanksi A.S. 

OPEC telah mematuhi pemotongan rata-rata karena ekspor Iran dan Venezuela runtuh karena sanksi, tetapi beberapa negara seperti Irak dan Nigeria telah berproduksi di atas kuota mereka.

 OPEC, Rusia dan non-anggota lainnya sepakat pada bulan Desember untuk mengurangi pasokan sebesar 1,2 juta barel per hari dari 1 Januari tahun ini.

 

Sumber : Reuters 

Terjemahan : (NTV /Cal)