“THE LIGHT”, Rilisan Perdana Wizzy Sebagai Musisi Independent

Untuk pertama kali dalam hidupnya, kini Wizzy akan memusatkan diri menikmati kebebasan barunya

Nusantara TV - Wizzy adalah penyanyi, penulis lagu dan multi-­‐instrumentalis dari Surabaya, Indonesia. Setelah mengarungi kariernya selama kurang lebih 5 tahun di bawah naungan label dan manajemen arus utama, di tahun 2020 ia memutuskan untuk memulai lembaran baru dan bergerak secara independen.

Akhirnya, di tahun 2021 ini ia membuka halaman pertama dengan sebuah single yang berjudul "The Light". Secara garis besar, musiknya berputar di sekitaran ranah R&B dan Neo-­Soul dengan beragam pendekatan Electronic.

Jika diibaratkan dengan karakter seseorang, bisa dibilang musiknya adalah seseorang yang apa adanya, simpatik, namun tak akan segan melontarkan “persetan” dengan senyuman kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Ia menganggap We Are King, Erykah Badu, Solange, The Internet dan FKA Twigs sebagai sosok yang paling mempengaruhi perspektif kreatifnya . Di samping itu, baru-­‐baru ini ia terhasut oleh tata suara modular berkat Floating Points.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, kini Wizzy akan memusatkan diri menikmati kebebasan barunya dan membagikan pengalaman tersebut melalui garapan-­garapan anyar yang tengah digodok, tanpa dibebani ambisi atau ekspektasi apapun selain milik dirinya sendiri.

“Bulan Agustus, ada kerjaan yang mengharuskan gue untuk berangkat ke Jakarta. Meskipun kerjaan dari salah satu stasiun televisi itu kompensasinya hanya sekedar uang transport dan ditransfer 3 bulan kemudian, gue tetep ambil karena gue tetep bersyukur masih bisa dapet kerjaan. Terus gue mikir, kalo ke Jakarta, at least ada hal lain yang harus gue kerjakan. Tapi, ngerjain apa ya? Sama siapa, gimana, duitnya cukup ga ya? Sesampainya di Jakarta, gue bertemu Lintang (MV Director) dan Greybox (Music Producer) yang secara kreatif gue merasa sangat bersinergi dengan mereka. Pertama kali mereka mendengarkan demo yang gue buat, suprisingly mereka sangat senang dan antusias untuk bantu garap, bahkan Lintang turut andil dalam penulisan liriknya, jadi pas dia translate secara visual, lebih ngena. Seketika gue merasa sangat bersyukur dan jadi punya semangat lagi setelah kemarin berada di masa ‐ masa suram.”

Proses produksi lagu The Light menghabiskan waktu sekitar 1 bulan. Direkam disebuah studio rumahan sederhana di Tangerang dan musik videonya memakan waktu 3 bulan. Stiap langkah dalam prosesnya terasa enteng dilalui karena keselarasan perspektif yang terbagi antara Wizzy dan para kolaborator.

Tak perlu dibombardir nada-­‐nada maupun kata-­‐kata yang kompleks, The Light langsung mengutarakan pesan dan niatnya tanpa basa basi, dan juga tanpa unsur paksaan.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK