Tesla Menonaktifkan Kamera untuk Pelanggan Luar Amerika

Tesla Menjual 30 Persen Kendaraan Listrik Dari Total Globalnya di China.

Ilustrasi Tesla. (Teslarati)

Nusantaratv.com - Tesla banyak diterpa masalah dalam beberapa waktu terakhir ini. Kendaraan listrik asal Amerika Serikat (AS) tersebut belum lama ini dilarang memasuki kompleks militer China. 

Larangan itu karena alasan keamanan terkait kamera yang terpasang di mobil, dimana diindikasikan dapat menjadi mata-mata. Tak berselang lama, Tesla langsung membantah terkait hal itu.

Tesla menuliskan di halaman media sosial di China untuk berusaha meredakan masalah keamanan di pasar mobil terbesar di dunia dengan meyakinkan bila kamera yang ada di kendaraan buatannya tidak dapat aktif bagi mereka yang berada di luar Amerika Utara.

Baca Juga: Mobil Listrik Mungil China Ini Singkirkan Penjualan Tesla Model 3

"Bahkan, di Amerika Serikat, pemilik mobil dapat dengan bebas memilih apakah akan mengaktifkan penggunaan (sistem kameranya). Tesla dilengkapi dengan sistem keamanan jaringan dengan tingkat keamanan terdepan di dunia untuk memastikan perlindungan privasi pengguna," tulis pembuat mobil listrik itu di Weibo, dikutip dari Reuters, Kamis (8/4/2021).

Pada forum virtual di Beijing pada Maret, yang diadakan tidak lama setelah laporan larangan tersebut muncul, CEO Tesla Elon Musk menekankan motivasi bisnis perusahaan untuk melindungi privasi pengguna.

"Ada dorongan yang sangat kuat bagi kami untuk sangat merahasiakan informasi apa pun. Jika Tesla terbukti menggunakan mobil untuk memata-matai di China atau di mana pun, kami siap akan ditutup," ujar Musk.

China adalah medan pertempuran utama untuk kendaraan listrik. Pada 2020, Tesla menjual 30 persen dari total globalnya di negara Tirai Bambu itu.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK