Terungkap, Autopilot Sriwijaya Air SJ182 Tak Aktif, Ketinggian Menurun

Komunikasi terakhir pilot Sriwijaya Air SJ182 dengan petugas air traffic controller (ATC) pada 9 Januari 2021 terekam hingga pukul 14.39.59 WIB.

Nusantara TV - Penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 mulai terungkap setelah rekaman flight data recorder (FDR) yang menggambarkan situasi detik-detik terakhir berhasil dibuka.

Komunikasi terakhir pilot Sriwijaya Air SJ182 dengan petugas air traffic controller (ATC) pada 9 Januari 2021 terekam hingga pukul 14.39.59 WIB. Setelah itu, kondisi terakhir pesawat diketahui dari rekaman FDR.

Pada pukul 14.40.05 WIB, rekaman dari FDR menunjukkan ketinggian pesawat adalah 10.900 kaki. Lalu ketinggian pesawat terus berkurang.

“Setelah ketinggian itu, pesawat mulai turun, autopilot tidak aktif atau disengage, arah pesawat saat itu 016 derajat. Sikap pesawat, hidungnya pada posisi naik atau pitch up dan pesawat mulai miring ke kiri atau roll ke kiri. Tuas pengatur tenaga mesin sebelah kiri berkurang sedangkan yang kanan tetap,” papar Ketua Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo, Rabu (10/2/2021).

Baca Juga: Sriwijaya Air Gratiskan Layanan Rapid Test Antigen ke Penumpang

Pada pukul 14.40.10 WIB, FDR mencatat autothrottle tidak aktif (disengage). Sikap pesawat yang tadinya pitch up berubah jadi pitch down atau menunduk.

“Sekitar 20 detik kemudian, FDR berhenti merekam data,” katanya.

Penerbangan ini diawaki oleh 2 pilot, 4 awak kabin, dan membawa 56 penumpang. Saat ini operasi SAR telah ditutup tapi KNKT masih mencari memori cockpit voice recorder (CVR). 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK