WhatsApp Blokir 2 Juta Akun Penyebar Hoaks

Langkah yang ditempuh WhatsApp sejelan dengan fokus pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)...
Ramses Rianto Manurung - Teknologi,Kamis, 19-11-2020 21:30 WIB
WhatsApp Blokir 2 Juta Akun Penyebar Hoaks
Logo WhatsApp/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-WhatsApp pada Kamis (19/11/2020) telah memblokir lebih dari 2 juta akun penyebar hoaks. 

Direktur Komunikasi WhatsApp APAC, Sravanthi Dev mengatakan, WhatsApp telah mengembangkan mesin yang dapat mengidentifikasi sebuah pesan spam. Meski demikian, peran aktif dari pengguna WhatsApp juga sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah disinformasi ini.

"Ketika kamu melihat pesan berisi spam atau yang tidak ingin dilihat, kami ingin anda melaporkan pesan itu sebagai spam dan kita akan mengambil tindakan," kata Sravanthi Dev.

Langkah yang ditempuh WhatsApp sejelan dengan fokus pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam memerangi penyebaran misinformasi saat pandemi covid-19.

Berdasarkan data Kemenkominfo sejak 23 Januari hingga 18 Oktober terdapat 2.020 konten hoaks seputar covid-19 beredar di media sosial, yang sudah diturunkan (take down) berjumlah 1.759.

Baca juga: Mark Zuckerberg Dihantam Ratusan Moderator Konten!

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Pangerapan mengatakan, Kemenkominfo dalam menangani konten yang berpotensi hoaks, selalu melakukan pengujian fakta, verifikasi, informasi yang masuk, ke beberapa pihak. Jika memang informasi tersebut, setelah diverifikasi adalah tidak benar, kementerian akan memberi “stempel” hoaks terhadap konten tersebut.

"Kami perlu melakukan pengendalian, bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi masyarakat atau kebebasan berpendapat. Tapi, situasi pandemi ini kami perlu meluruskan informasi-informasi yang salah agar tidak meresahkan masyarakat," kata Semuel.​​​​

Kemenkominfo mengidentifikasi terdapat tiga jenis infodemi yang beredar di Indonesia, yang pertama berupa disinformasi, yakni informasi sengaja dibuat salah untuk mendestruksi apa yang sudah beredar. Kedua, malinformasi yaitu info faktual, namun dibuat untuk orang tertentu dengan tujuan tertentu dan infodemi berupa misinformasi, yaitu informasi yang diberikan tidak tepat, namun, tidak ada unsur kesengajaan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0