Peneliti Korea Ciptakan Robot Pengumpul Spesimen COVID-19

Sistem Ini Diharapkan Secara Signifikan Mengurangi Risiko Infeksi COVID-19.
Adiantoro - Teknologi,Sabtu, 04-07-2020 10:00 WIB
Peneliti Korea Ciptakan Robot Pengumpul Spesimen COVID-19
Peneliti Korea menciptakan robot pengumpul spesimen COVID-19. (Techxplore)

Jakarta, Nusantaratv.com - Peneliti dari Korea Institute of Machinery & Materials (KIMM) sedang mengembangkan robot pengumpul spesimen COVID-19 jarak jauh.

Dilansir dari Techxplore, Sabtu (4/7/2020), pembuatan robot ini akan menghindarkan kontak langsung antara tenaga medis dan pasien.

Tim ini dipimpin Dr. Joonho Seo dari Departemen Robot Asisten Medis, Pusat Penelitian Daegu, untuk Alat Kesehatan dan Energi Hijau di KIMM bekerja sama dengan tim kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Dongguk yang dikomandoi Profesor Nam-Hee Kim.

Mereka mengembangkan sistem kontrol robot jarak jauh yang dapat berkerja mengumpulkan sampel dari rongga pernapasan seseorang.

Baca Juga: New Normal, Startup Jepang Ciptakan Masker Cerdas Terkoneksi Internet 

Sistem robot terdiri dari perangkat jarak jauh yang dikendalikan tenaga medis dan robot yang berinteraksi dengan pasien. Robot akan bergerak sesuai operasi yang dilakukan dan dilengkapi dengan swab sekali pakai untuk mengambil sampel dari hidung dan mulut pasien.

Tim menerapkan teknologi remote control robot paralel untuk pengambilan sampel jarak jauh. Usapan sampel robot bergerak atau berputar sesuai dengan pengoperasian alat. Sistemnya juga mendukung komunikasi video dan audio antara pasien dan dokter.

Tenaga medis dapat langsung mengoperasikan robot sambil melihat posisi swab di hidung atau mulut pasien lewat kamera. Kekuatan penyeka swab dapat dipantau dari jarak jauh, yang selanjutnya meningkatkan akurasi dan keamanan pengambilan sampel.

Sistem ini diharapkan secara signifikan mengurangi risiko infeksi COVID-19 dan penyakit berisiko tinggi lainnya di antara tenaga medis.

Saya berharap ini berguna dalam menangkal penyakit berisiko tinggi seperti COVID-19, dan itu akan berkontribusi pada keselamatan tenaga medis selama pandemi dan epidemi - ucap Dr. Joonho Seo.

Robot tidak hanya menurunkan risiko infeksi di antara tenaga medis, tetapi juga menghilangkan kebutuhan untuk memakai alat pelindung yang rumit. Saya percaya itu akan memiliki beragam aplikasi klinis, terutama dalam diagnosis penyakit menular - timpal Profesor Nam-Hee Kim.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0