Pasien Meninggal di Rumah Sakit Akibat Serangan Ransomware

Data Rumah Sakit Diacak dan Tidak Bisa Diakses Akibat Serangan Ransomware.
Adiantoro - Teknologi,Senin, 21-09-2020 11:18 WIB
Pasien Meninggal di Rumah Sakit Akibat Serangan Ransomware
Ilustrasi. (TechCrunch)

Jakarta, Nusantaratv.com - Serangan ransomware bukanlah hal baru. Pada umumnya ini bukanlah serangan mematikan.

Serangan ini pada dasarnya mengunci data pada komputer dan menyanderanya. Bila pemilik komputer ingin mengakses kembali data pada komputernya, maka dia harus membayar pelaku serangan dengan biaya tertentu. Itulah mengapa serangan tersebut disebut ransomware.

Dilansir dari Ubergizmo, Senin (21/9/2020), di Jerman, ada kemungkinan salah seorang pasien di sebuah rumah sakit meninggal sebagai akibat dari serangan ransomware. Hal ini menjadikan kasus pertama yang diketahui di mana nyawa melayang akibat sebuah peretasan.

Baca Juga: Jangan Pernah Update Windows 10 Terbaru, Jika Gunakan Laptop Ini

Berdasarkan laporan, The Dusseldorf University Hospital terkena serangan ransomware pada 9 September 2020. Data rumah sakit diacak dan tidak bisa diakses. Pasien yang menjadi korban serangan ransomware itu, dijadwalkan menjalani perawatan untuk menyelamatkan nyawanya.

Tapi, akibat serangan itu, dia dikirim ke rumah sakit lain di Wuppertal yang berjarak sekitar 30 km dari rumah sakit di mana dia dirawat saat ini. Tidak dijelaskan bagaimana pasien itu meninggal. Kendati demikian, pihak berwajib menyelidiki kejadian ini guna mengetahui apakah ada hubungan antara peretasan tersebut dengan kematian pasien.

Laporan tersebut juga menyatakan para peretas ini tidak berniat menargetkan rumah sakit itu. Mereka sebenarnya menargetkan rumah sakit lain. Para peretas itu juga dikatakan memberikan kunci deskripsi secara gratis dan menghilang setelah menyadari kesalahannya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0