Korsel Tegaskan Menolak Tekanan AS untuk Larang Huawei Soal 5G

Korsel Ditekan Agar Berhenti Menggunakan Peralatan 5G Milik Huawei.
Adiantoro - Teknologi,Kamis, 15-10-2020 11:57 WIB
Korsel Tegaskan Menolak Tekanan AS untuk Larang Huawei Soal 5G
Ilustrasi. (GizChina)

Jakarta, Nusantaratv.com - Perusahaan teknologi asal China, Huawei, menjadi sorotan Amerika Serikat (AS). Negera Paman Sam itu meyakini data apa pun terkait Huawei tidak aman.

AS juga meyakini jika Huawei sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah China. Untuk tujuan ini, mereka melarang Huawei dari pembangunan jaringan 5G-nya. Selain itu, pihaknya juga menggunakan pengaruh globalnya untuk meyakinkan negara lain agar juga melarang Huawei. Meski banyak negara yang melarang Huawei, namun terdapat sejumlah negara yang tidak percaya dengan keputusan AS.

Menurut laporan media Korea Selatan (Korsel), seperti dilansir dari GizChina, Kamis (15/10/2020), seorang diplomat Korsel mengungkapkan dalam dialog ekonomi strategis Korsel-AS kelima yang diadakan pada 14 Oktober, AS menegaskan kembali rencana 'clean network' yang diusulkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, atas nama risiko keamanan nasional, untuk menekan Korsel agar berhenti menggunakan peralatan 5G milik Huawei dan perusahaan teknologi China lainnya.

Baca Juga: Huawei Investasi ke Perusahaan Lokal China, Ini Alasannya

Sebelumnya, AS telah memasukkan Korea Telecom dan SK Telecom, dua operator telekomunikasi besar di Korea, dalam daftar yang disebut 'perusahaan telekomunikasi bersih' yang tidak menggunakan peralatan Huawei. Ini juga mengharuskan LG Uplus, operator lain, untuk berhenti menggunakan peralatan Huawei sesegera mungkin.

Namun, pejabat Negeri Ginseng itu menanggapi dengan mengatakan pilihan peralatan dan teknologi yang digunakan oleh operator telekomunikasi adalah milik perusahaan dan pemerintah Korsel tidak akan mengganggu keputusan perusahaan swasta tersebut.

Pejabat itu mengatakan dia telah menjelaskan posisi dasarnya kepada AS. Diskusi tersebut melibatkan kebutuhan untuk memiliki 'clean network'. Namun, dia menegaskan kembali permintaan AS untuk mengeluarkan perusahaan tertentu bukanlah bagian dari pembicaraan.

Pada 28 Juli lalu, Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha menyatakan Korsel akan menjaga keterbukaan strategis dengan bekerja untuk menjaga keamanan teknologi di sektor teknologi.

Namun beberapa diplomat Korsel mengatakan masih bisa diperdebatkan berapa lama posisi Korsel bisa bertahan. Korsel tidak akan menjadi negara pertama yang tidak ingin mengganggu peralatan yang digunakan operator. Diketahui, Inggris awalnya tidak ingin ikut campur terhadap masalah ini. Namun, akhirnya tunduk pada tekanan AS dan melarang Huawei.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0