Kepala Keamanan Apple Dituding Suap Sheriff Pakai Ratusan iPad

Suap Diharapkan Bisa Memuluskan Thomas Moyer Dalam Memperoleh Empat Lisensi Senjata Api.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 24-11-2020 16:10 WIB
Kepala Keamanan Apple Dituding Suap Sheriff Pakai Ratusan iPad
(Foto: The Verge)

Jakarta, Nusantaratv.com - Otoritas di California, Amerika Serikat (AS), mendakwa Kepala Keamanan Apple Global Thomas Moyer atas tuduhan suap. Dia dituding mencoba menyuap pejabat Santa Clara County untuk memperoleh lisensi senjata api.

Dilansir dari The Verge, Selasa (24/11/2020), Jaksa wilayah Santa Clara Jeff Rosen menuding Moyer menawarkan setidaknya 200 unit iPad senilai 70 ribu dollar AS atau sekitar Rp992,6 juta kepada Kapten James Jensen dan Wakilnya, Rick Sung, di kantor sheriff Santa Clara County.

Suap itu diharapkan bisa memuluskan Moyer dalam memperoleh empat lisensi senjata api yang disembunyikan karyawan Apple. Tudingan itu terkuak setelah adanya penyelidikan selama dua tahun terakhir.

Dalam kasus empat lisensi senjata api oleh karyawan Apple, kapten dan wakil sheriff dijanjikan oleh Thomas Moyer, Apple akan menyumbangkan iPads ke kantor sheriff - kata Jaksa Rosen.

Namun, iPad tersebut tidak pernah dikirimkan karena Sung dan Moyer mengetahui pada 2019 jika jaksa wilayah sedang melakukan penggeledahan terkait lisensi senjata api. Dalam pernyataannya, pengacara Moyer, 
Ed Swanson mengatakan, kliennya tidak bersalah atas tudingan yang dijatuhkan terhadapnya.

Kuasa hukum meyakini jika apa yang dilakukan adalah 'kerusakan tambahan' dalam perselisihan antara sheriff Santa Clara dan kantor jaksa wilayah.

Dia (Moyer) tidak melakukan kesalahan apa pun dan telah bertindak dengan integritas tertinggi sepanjang kariernya. Kami yakin dia akan dibebaskan di pengadilan - ujar Swanson.

Menurut Bloomberg, Moyer telah mengabdi di Apple selama 15 tahun terakhir. Dia telah menjadi Kepala Keamanan Global Apple sejak November 2018. Pada 2018, Moyes menulis memo, isinya memperingatkan karyawan Apple tentang konsekuensi potensial dari upaya membocorkan informasi ke media.

Dan, terkait masalah ini, raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino, California, AS itu, tak menanggapi ketika dimintai komentarnya. 
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0