Inggris Perketat Aturan Terhadap Facebook dan Google

Platform Online Membawa Manfaat Besar Bagi Bisnis dan Masyarakat.
Adiantoro - Teknologi,Sabtu, 28-11-2020 09:40 WIB
Inggris Perketat Aturan Terhadap Facebook dan Google
Ilustrasi. (Iistimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Inggris mengumumkan akan membentuk pengawas guna mengatur raksasa teknologi seperti Facebook dan Google.

Dilansir Menafn dari AFP, Sabtu (28/11/2020), pengawas itu akan membantu melindungi perusahaan pesaing yang lebih kecil dan memberi konsumen lebih banyak kendali atas data pribadi.

Pengumuman Inggris pada Jumat (27/11/2020) itu, muncul ketika dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) menghadapi pengawasan yang meningkat di seluruh dunia atas kekuatan mereka dan pada saat negara lain meningkatkan kekuatan pengaturannya masing-masing.

Rezim pro-persaingan kami yang baru untuk pasar digital akan memastikan konsumen memiliki pilihan, dan berarti perusahaan kecil tidak didorong keluar - kata Menteri Bisnis, Energi dan Strategi Inggris, Alok Sharma.

Langkah-langkah itu akan mulai berlaku setelah Inggris melakukannya sendiri di akhir periode transisi pasca-Brexit dari Uni Eropa. Bulan depan Uni Eropa akan mempresentasikan Undang-Undang utamanya sendiri yang disebut 'Digital Services Act', yang akan menetapkan aturan untuk pengawasan ketat atas teknologi besar.

Departemen Kebudayaan, Media dan Olahraga Inggris mengatakan regulator baru, Digital Market Unit, akan mengatur perilaku platform yang saat ini mendominasi pasar, seperti Google dan Facebook.

Tujuannya adalah untuk memastikan konsumen dan usaha kecil tidak dirugikan - terang Departemen itu.

Sekretaris Digital Inggris Oliver Dowden mengakui platform online membawa manfaat besar bagi bisnis dan masyarakat. Tapi, dia mengatakan konsentrasi kekuasaan di antara sejumlah kecil perusahaan teknologi telah membatasi pertumbuhan dan inovasi, yang dapat berdampak negatif bagi publik.

Kode undang-undang baru akan bertujuan untuk membuat raksasa teknologi lebih transparan tentang layanan yang mereka sediakan dan bagaimana mereka menggunakan data konsumen - terang pemerintah Inggris.

Konsumen juga dapat memilih apakah akan melihat iklan yang dipersonalisasi. Google bereaksi dengan mengatakan ingin bekerja secara konstruktif dengan regulator baru.

Sedangkan Facebook mengatakan pihaknya tetap berkomitmen bekerja dengan mitra industri Inggris untuk menemukan cara mendukung jurnalisme dan membantu keberlanjutan jangka panjang pada organisasi berita.

Di sisi lain, raksasa media sosial yang didirikan Mark Zuckerberg itu sedang dipersiapkan untuk meluncurkan layanan Facebook News di Inggris. Layanan ini bekerja dengan media berita dan mencakup pelaporan asli.
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0