Ikuti Jejak Inggris, Swedia Larang Jaringan 5G Huawei dan ZTE

Swedia Menginginkan Peralatan Huawei dan ZTE yang Sudah Terpasang Harus Dilepas Paling Lambat Pada 2025.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 21-10-2020 07:55 WIB
Ikuti Jejak Inggris, Swedia Larang Jaringan 5G Huawei dan ZTE
Ilustrasi. (GSM Arena)

Jakarta, Nusantaratv.com - Swedish Post and Telecom Authority (PTS) mengumumkan empat perusahaan disetujui untuk bersaing dalam lelang spektrum 5G.

Dua dari persyaratan lisensi yang diberlakukan PTS yakni instalasi baru tidak boleh dilakukan dengan produk dari Huawei dan ZTE. Swedia menginginkan peralatan Huawei dan ZTE yang sudah terpasang harus dilepas paling lambat pada 2025.

Dilansir dari GSM Arena, Rabu (21/10/2020), kedua persyaratan ini diberlakukan oleh PTS bersama dengan persyaratan lokal lainnya, seperti fungsi sentral yang harus dilakukan di Swedia dan pemegang lisensi harus memastikan jika penggunaan pita tidak membahayakan keamanan Swedia.

Baca Juga: Korsel Tegaskan Menolak Tekanan AS untuk Larang Huawei Soal 5G

Empat syarat lisensi utama diputuskan oleh regulator setelah berkoordinasi dengan Angkatan Bersenjata Swedia dan Dinas Keamanan Swedia. Hal ini menjadikan Swedia sebagai negara besar Eropa kedua yang telah mengeluarkan keputusan tersebut. Sebelumnya, Inggris memerintahkan mengganti semua peralatan 5G dari Huawei hingga 2027.

Reuters mengatakan kedua perusahaan telekomunikasi asal China itu tidak segera menanggapi terkait hal ini. Namun, tindakan tersebut dipastikan akan memengaruhi penyedia peralatan 5G lainnya seperti Ericsson dan Nokia.

Sementara itu, peserta lelang untuk jaringan 5G di Swedia, yakni Hi3G Access, Net4Mobility (perusahaan patungan Tele2 dan Telenor), Telia Sverige, dan Teracom. Mereka akan bersaing memperebutkan spektrum 3,5 GHz dan 2,3 GHz.

Keputusan tersebut tidak mengubah rencana kami secara substansial dan perusahaan akan menghentikan peralatan secara bertahap untuk menyesuaikan dengan kondisi keamanan tanpa mempengaruhi stabilitas jaringan - ujar juru bicara Tele2 kepada Reuters.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0