Harta Kakek-Nenek Ini Habis Dikuras Cucu Buat Game Online

Roblox Memang Populer di Kalangan Anak-Anak dan Memiliki Sekitar 100 Juta Pengguna di Seluruh Dunia.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 29-07-2020 09:34 WIB
Harta Kakek-Nenek Ini Habis Dikuras Cucu Buat Game Online
Liz dan Jim Harrison. (Daily Star)

Jakarta, Nusantaratv.com - Game online bisa membuat kecanduan pemainnya, terutama bagi kalangan remaja dan anak-anak.

Seperti kejadian apes yang menimpa pasangan lansia yang tinggal di Alloa, Clackmannanshire, di dataran rendah Skotlandia ini. Akibat cucunya yang kecanduan bermain game online, membuat uang tabungan kakek-nenek ini habis tak tersisa.

Di saat Skotlandia menerapakan lockdown (penguncian) guna memutus rantai penyebaran virus corona (COVID-19). Namun, sang cucu menghabiskan tabungan sebesar 3.000 Poundsterling atau sekitar Rp56,5 juta untuk bermain game online bernama Roblox.

Dilansir dari Daily Star, Rabu (29/7/2020), pasangan Liz dan Jim Harrison awalnya mengira tabungan mereka diretas sehingga tidak menyisakan uang sedikit pun.

Namun, akhirnya mereka mengetahui jika hal itu karena ulah cucunya. Pasangan Lis dan Jim Harrison ini lantas melaporkan dan mengecam operator platform Roblox karena tidak memberikan pemberitahuan kepada mereka sebagai pembayar tagihan.

Peristiwa tersebut berawal ketika mereka mengizinkan Abby, sang cucu yang berusia delapan tahun untuk mendaftar ke platform permainan Roblox demi membuat cucunya tak bosan di rumah ketika pemberlakuan lockdown di Skotlandia.

Situs web ini memang populer di kalangan anak-anak dan telah memiliki sekitar 100 juta pengguna di seluruh dunia. Roblox dapat diunduh secara gratis tetapi mendorong pengguna untuk membeli mata uang virtual, yang disebut Robux, untuk pembelian dalam game. Jika pengaturan pembayaran tidak dikonfigurasi dengan benar, maka pelanggan dapat membeli Robux dalam jumlah tak terbatas.

Kami mendapat kejutan besar ketika kami melihat tabungan kami hilang, awalnya kami khawatir telah menjadi korban penipuan - ujar Liz. 

Ketika kami melihat rincian pembayaran, kami melihat banyak jumlah yang tidak biasa keluar. Semua mengarah ke Roblox - lanjutnya.

Akhirnya, Liz bertanya kepada Abby bagaimana bisa menghabiskan uang itu. Namun Abby belum mengerti dan hanya becerita jika dia seringkali membeli barang untuk digunakan dalam pertandingan. Sampai akhirnya Abby menghabiskan hingga 500 poundsterling per hari untuk membeli barang tersebut.

Dia tidak menyadari uang itu nyata dan kami tidak menyadari uang itu dihabiskan - tutur Liz.

Paska kejadian itu, Jim menghubungi Roblox serta Paypal dan bank mereka, Halifax untuk meminta bantuan. Mereka menilai Roblox kurang ketat dalam masalah pembelian online.

Kami tidak dapat memahami mengapa kami tidak diberitahu tentang pembayaran yang dilakukan, harusnya Roblox memberikan pemberitahuan sebelum mengambil semua uang kami - imbuhnya.

Ke depannya, Liz dan Jim akan memantau aktivitas Abby ketika bermain agar kejadian serupan tidak terulang kembali.

Kami akan lebih memperhatikan apa yang dia lakukan jika tidak kami akan berpotensi membayar untuk beberapa hal lagi - terangnya.

Sementara itu, mengetahui laporan pasangan lansia itu, seorang juru bicara Roblox angkat bicara.

Kami berusaha untuk mencegah pembelian tanpa izin dengan mengambil langkah-langkah seperti tidak memudahkan pembelian pada platform. Untuk kasus ini kami akan memberikan pengembalian uang yang sesuai bila memungkinkan - tegasnya.

Kami akan menghubungi pelanggan untuk mengisi sejumlah informasi yang diperlukan jika akan memproses pengembalian dana - tukasnya.

Diketahui, ini bukan pertama kalinya anak-anak secara tidak sengaja menghabiskan banyak uang dalam permainan. Seorang ibu melaporkan Roblox setelah menerima tagihan sebesar 300 poundsterling ketika dia membiarkan putrinya yang berusia delapan tahun bermain game itu, pada pekan lalu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0