Gunakan Data Pengguna, Twitter Terancam Denda Rp3,6 Triliun

Twitter Akui Mereka Secara Tidak Sengaja Menargetkan Segmen yang Diincar Pengiklan.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 04-08-2020 16:28 WIB
Gunakan Data Pengguna, Twitter Terancam Denda Rp3,6 Triliun
Twitter. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Twitter terancam didenda 150 juta dolar AS (Rp2,2 triliun) hingga 250 juta dolar AS (Rp3,6 triliun) dari Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (AS), FTC.

Dilansir dari The Verge, Selasa (4/8/2020), denda dikenakan karena Twitter dinilai menyalahgunakan data pribadi pengguna untuk keperluan iklan.

FTC menyebut Twitter menggunakan nomor telepon dan alamat email pengguna untuk menyasar segmen yang diincar pengiklan pada periode 2013 hingga 2019. Padahal, data ini disediakan untuk tujuan keselamatan dan keamanan.

Pada Oktober 2019, Twitter mengakui mereka secara tidak sengaja menargetkan segmen yang diincar pengiklan melalui data nomor telepon dan email. Padahal, kedua data pribadi ini diminta mengamankan akun seperti otentikasi dua faktor (two factor authentication).

Twitter mengatakan Komisi Perdagangan Federal AS mengirim keluhan pada 28 Juli lalu yang menggambarkan dugaan pelanggaran perjanjian 2011.

Masalahnya masih belum terselesaikan, dan tidak ada jaminan mengenai waktu atau ketentuan dari hasil akhir - tulis Twitter dalam pengajuan 10-Q dengan Komisi Sekuritas dan Bursa.

Sementara itu, juru bicara Twitter mengatakan perusahaan termasuk kisaran perkiraan untuk penyelesaian dalam 10-Q yang diajukan pada Senin (3/8/2020), karena keluhan diterima setelah hasil kuartalannya diajukan pada 23 Juli lalu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0