Dimusuhi Trump, Tiktok Bakal Rekrut 3.000 Insinyur Secara Global

Hakim Akan Memutuskan Apakah Pemerintah AS Akan Diizinkan Melarang Unduhan TikTok di Toko Aplikasi AS.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 28-10-2020 09:14 WIB
Dimusuhi Trump, Tiktok Bakal Rekrut 3.000 Insinyur Secara Global
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Meski berada di bawah tekanan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan layanan itu sebagai ancaman keamanan nasional, namun TikTok berencana mempekerjakan sekitar 3.000 insinyur selama tiga tahun ke depan.

Mereka sebagian besar akan ditempatkan di Eropa, Kanada, dan Singapura. Langkah tersebut menunjukkan aplikasi video singkat yang makin populer itu belum menyerah pada rencana ekspansinya, kendati masih ada ketidakpastian atas kepemilikannya.

Diketahui, Presiden Trump telah meminta ByteDance, sebagai perusahaan induk TikTok asal China itu, untuk mendivestasi TikTok di tengah kekhawatiran atas keamanan data pribadi.

Untuk mendukung pertumbuhan global kami yang cepat, kami berencana terus memperluas tim teknik global TikTok, termasuk menambahkan sekitar 3.000 insinyur di Kanada, Eropa, Singapura, serta AS, selama tiga tahun ke depan - kata juru bicara TikTok, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (28/10/2020).

Baca Juga: 7 Lagu TikTok ini Paling Banyak Dipakai Orang, Kamu Pakai yang Mana?

Disebutkannya, Negara Paman Sam itu akan tetap menjadi salah satu pusat teknik perusahaan dan mempekerjakan lebih banyak staf. Ada sekitar 1.000 insinyur yang saat ini bekerja untuk TikTok di luar China, hampir setengahnya berbasis di Mountain View, California, AS.

Reuters sebelumnya melaporkan ByteDance berencana menginvestasikan miliaran dolar dan merekrut ratusan karyawan di Singapura, yang telah dipilihnya sebagai kantor pusatnya di Asia Tenggara.

Bulan lalu, Presiden Trump mengatakan, kesepakatan awal bagi Oracle dan Walmart untuk mengambil saham di TikTok mendapat 'restu', namun kesepakatan formal belum terwujud setelah ByteDance mengatakan tidak akan melepaskan mayoritas sahamnya di TikTok.

Sementara itu, pada 4 November mendatang, hakim akan memutuskan apakah pemerintah AS akan diizinkan melarang unduhan TikTok di toko aplikasi AS, sebuah langkah yang menurut ByteDance akan secara membatasi penggunaan aplikasi video singkat tersebut di Negara Adi Kuasa itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0