Cina Minta Twitter Hapus Akun Provokator

Cina Merupakan Korban Terbesar Dari Disinformasi.
Adiantoro - Teknologi,Jumat, 12-06-2020 17:46 WIB
Cina Minta Twitter Hapus Akun Provokator
Twitter. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying mengatakan, Twitter harus menutup akun yang ingin mengotori Negeri Tirai Bambu itu jika ingin melawan disinformasi terkait konspirasi wabah virus corona (COVID-19).

Dilansir dari Reuters, Jumat (12/6/2020), disebutkan jika Cina merupakan korban terbesar dari disinformasi. Hua menyebut saat ini terdapat sebuah kebutuhan untuk suara-suara Cina dengan pandangan objektif karena banyak platform membawa kebohongan tentang Cina.

Baca Juga: Makin Panas, AS Tuding China Berusaha Mencuri Penelitian Vaksin Virus Corona

Cina adalah korban terbesar dari disinformasi - kata Hua saat jumpa pers.

Pekan lalu, Twitter mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump telah membuat klaim palsu atas penyebaran wabah COVID-19.

Setelah itu, ternyata Twitter juga menemukan 170.000 akun yang beroperasi untuk menyebarkan pesan pro-Cina. Pihak Twitter kemudian memutuskan menghapus keseluruhan akun karena dinilai menyebarkan pesan manipulatif.

Saya pikir jika Twitter ingin melakukan sesuatu untuk memperbaiki kericuhan ini, maka sebenarnya akun yang harus ditutup adalah akun yang mengatur dan berkoordinasi untuk menyerang dan mencoreng Cina - tukas Hua.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0