China Sebut Peramban Seluler Tumbuh dengan Cara Tak Beradab

China Telah Memperketat Aturan Sensor Internet Dalam Beberapa Tahun Terakhir.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 27-10-2020 08:13 WIB
China Sebut Peramban Seluler Tumbuh dengan Cara Tak Beradab
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Otoritas dunia siber China mengatakan akan melakukan 'perbaikan' browser internet seluler China guna mengatasi masalah sosial atas 'kekacauan' informasi yang dipublikasikan secara online.

Dilansir dari Reuters, Selasa (27/10/2020), China telah memperketat aturan sensor internet dalam beberapa tahun terakhir. Tindakan keras terbaru, Cyberspace Administration of China (CAC) memberi waktu dua pekan kepada penyedia browser melakukan pemeriksaan mandiri.

Pemeriksaan tersebut berfokus pada sejumlah masalah, termasuk penyebaran rumor, penggunaan tajuk berita sensasional dan penerbitan konten yang melanggar nilai-nilai inti sosialisme.

Menurut CAC, kampanye tersebut awalnya akan berfokus pada delapan peramban seluler paling berpengaruh di China seperti yang dioperasikan Huawei, Alibaba dan Xiaomi Corp. Sedangkan browser lainnya termasuk platform QQ milik Tencent, 360 milik Qihoo, Oppo dan Sogou.

Baca Juga: Hacker Rusia Dituding Targetkan Olimpiade Tokyo

Untuk beberapa waktu, peramban seluler telah tumbuh dengan cara yang tidak beradab, dan telah menjadi tempat berkumpul dan penguat untuk penyebaran kekacauan oleh 'media sendiri' - kata CAC dalam pernyataannya, Senin (26/10/2020).

CAC juga menekankan kata-kata yang telah digunakannya dalam pembatasan pada 2018 terhadap akun media sosial penyedia berita independen. Dan, browser harus melakukan pemeriksaan diri dan perbaikan mulai 27 Oktober hingga 9 November.

Setelah perbaikan, browser seluler yang masih memiliki masalah luar biasa akan ditangani secara ketat sesuai dengan undang-undang dan peraturan hingga bisnis terkait dilarang - ungkap CAC.

Dalam beberapa tahun terakhir China telah memperkenalkan Undang-Undang (UU) untuk membatasi outlet media, tindakan pengawasan untuk situs media dan kampanye bergulir demi menghapus konten yang dianggap tidak dapat diterima.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0