China Bakal Larang Layanan Online yang Timbulkan Kecanduan Pada Anak

Pemerintah China Telah Merevisi Undang-Undang Negara Dimana Mereka Bakal Melarang Layanan Online.
Adiantoro - Teknologi,Senin, 19-10-2020 08:20 WIB
China Bakal Larang Layanan Online yang Timbulkan Kecanduan Pada Anak
Ilustrasi. (Ubergizmo)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pernahkah Anda begitu asyik dengan game sehingga tanpa sadar menghabiskan waktu seharian untuk memainkannya?

Dilansir dari Ubergizmo, Senin (19/10/2020), penerbit dan pengembang software mungkin menganggapnya hal itu sebagai sebuah kesuksesan. Tapi, pada saat yang sama, jenis permainan atau layanan online ini bisa menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan mental dan fisik.

Terkait hal itu, pemerintah China telah merevisi Undang-Undang negara tersebut di mana mereka bakal melarang layanan online yang dapat menyebabkan kecanduan pada pengguna di bawah 18 tahun. Termasuk video game, streaming langsung, layanan media sosial, dan sebagainya.

Baca Juga: Korsel Tegaskan Menolak Tekanan AS untuk Larang Huawei Soal 5G

China memang tidak secara langsung melarang penggunaan layanan atau game ini, tapi mereka ingin menindaknya dan memastikan perusahaan pembuat game atau layanan ini memiliki alat yang akan membatasi seberapa sering anak di bawah umur dapat menggunakannya.

Hal ini sebenarnya bukan pertama kalinya China memperkenalkan peraturan untuk membantu mengekang sifat adiktif dari layanan dan permainan online. Pemerintah negara itu sebelumnya telah memperkenalkan hal ini seperti adanya jam malam game yang sebenarnya membatasi jumlah waktu yang dapat dihabiskan anak di bawah umur untuk bermain game selama sepekan.

Di China, pengguna biasanya perlu menggunakan kartu identitas yang dikeluarkan pemerintah setempat. Hal itu akan mempersulit para gamer untuk mencoba dan menemukan celah karena tidak semudah hanya mendaftar untuk akun baru dengan alamat email sekali pakai.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0