Astaga! Ribuan Foto Palsu Perempuan Tanpa Busana Beredar di Media Sosial

Bot dengan Kecerdasan Buatan Berada di Dalam Saluran Pesan Pribadi Telegram.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 21-10-2020 14:50 WIB
Astaga! Ribuan Foto Palsu Perempuan Tanpa Busana Beredar di Media Sosial
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Lebih dari 100.000 perempuan fotonya diedit sehingga menampilkan mereka dalam keadaan tanpa busana. Laporan terbaru menyebut jika foto-foto itu beredar di media sosial dan dibagikan secara online.

Mengutip BBC, Rabu (21/10/2020), pakaian para perempuan itu dihapus secara digital oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan disebarkan di aplikasi perpesanan Telegram.

Perusahaan intelijen Sensity melaporkan beberapa dari mereka yang menjadi target sepertinya masih berada di bawah umur. Namun, mereka yang menjalankan layanan itu mengatakan tindakannya sebagai bentuk hiburan semata.

Sensity mengklaim teknologi yang digunakan adalah 'bot deepfake'. Deepfake adalah gambar dan video yang dihasilkan komputer, yang seringkali realistis, berdasarkan template nyata. Salah satu kegunaannya adalah untuk membuat klip video porno yang menggunakan wajah selebriti.

Namun, Kepala Eksekutif Sensity Giorgio Patrini mengatakan penggunaan foto pribadi relatif baru.

Memiliki akun media sosial dengan foto publik saja sudah cukup bagi siapa saja untuk dijadikan incaran - kata  Giorgio.

Bot dengan kecerdasan buatan itu berada di dalam saluran pesan pribadi Telegram. Pengguna dapat mengirim bot foto seorang perempuan, dan secara digital pakaiannya bisa dihapus dalam hitungan menit, tanpa biaya.

BBC menguji beberapa gambar, semua dengan persetujuan subjek, dan tidak ada yang benar-benar realistis, termasuk foto seorang perempuan dengan pusar di diafragma. Aplikasi serupa ditutup tahun lalu, tetapi diyakini ada versi software lain yang beredar.

Saya tidak terlalu peduli. Ini adalah hiburan yang tidak membawa kekerasan - ucap administrator yang menjalankan layanan itu, yang diidentifikasi dengan 'P'.  

Tidak ada yang akan memeras siapa pun dengan ini, karena kualitasnya tidak realistis - lanjutnya.

Dia juga mengatakan timnya melihat foto apa saja yang dibagikan.

Ketika kami melihat anak di bawah umur, kami memblokir pengguna tersebut untuk selamanya - jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, keputusan untuk membagikan foto itu dengan orang lain tergantung pada siapa pun yang menggunakan bot.

Ada perang, penyakit, dan banyak hal buruk yang berbahaya di dunia - cetusnya. 

Dia juga mengklaim akan segera menghapus semua gambar tersebut. Sedangkan Telegram belum menanggapi permintaan komentar.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
1
wow
0