Hacker Rusia Dituding Targetkan Olimpiade Tokyo

Inggris dan AS Mencoba untuk Meningkatkan Tekanan Pada Peretas Rusia Selama Beberapa Tahun.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 20-10-2020 13:57 WIB
Hacker Rusia Dituding Targetkan Olimpiade Tokyo
Ilustrasi. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan intelijen militer GRU Rusia melakukan 'pengintaian dunia maya' terhadap pejabat dan organisasi yang terlibat dalam Olimpiade Tokyo.

Dilansir dari BBC, Selasa (20/10/2020), peretasan diduga terjadi sebelum Olimpiade ditunda hingga 2021 karena pandemi virus corona (Covid-19). Namun, para pejabat tidak merinci sifat atau tingkat serangan siber tersebut.

Bersamaan dengan itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengumumkan dakwaan terhadap enam perwira GRU Rusia atas dugaan serangan dunia maya yang menghasilkan 'keuntungan strategis Rusia'.

Jaksa penuntut AS menyatakan kelompok itu berusaha mengganggu Olimpiade Musim Dingin 2018, pemilihan Presiden Prancis 2017, dan jaringan listrik Ukraina.

Tidak ada negara yang mempersenjatai kemampuan dunia maya mereka dengan jahat atau tidak bertanggung jawab seperti Rusia - kata asisten jaksa agung John Demers.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan serangan yang menargetkan penyelenggara, sponsor, dan penyedia logistik Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade adalah 'sinis dan sembrono'.

Baca Juga: Duh! Hacker Bobol Gaji Karyawan di Beberapa Kampus Ternama

Kami sangat mengecam tindakan mereka - tegasnya. 

Inggris akan terus bekerja dengan sekutu kami untuk menyerukan dan melawan serangan siber berbahaya di masa depan - tambahnya.

Inggris dan AS telah mencoba untuk meningkatkan tekanan pada peretas Rusia selama beberapa tahun dengan mengekspos aktivitas mereka secara terbuka. Diduga, serangan kali ini serupa dengan serangan 2018 di Olimpiade Musim Dingin, sebagai tanggapan atas pengecualian Rusia dari acara olahraga karena pelanggaran doping.

Beberapa peserta tidak dapat mencetak tiket untuk upacara pembukaan dan terpaksa meninggalkan kursi kosong. Pejabat Keamanan Siber Nasional Inggris, yang membantu menganalisis informasi tersebut, mengatakan serangan 2018 dimaksudkan untuk menyabotase jalannya Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade dengan menonaktifkan jaringannya.

Salah satu metodenya adalah menyebarkan malware yang menghapus data dari sistem komputer yang digunakan tahun itu. Ini pertama kalinya pemerintah Inggris secara resmi mengaitkan serangan itu dengan Rusia.

Pejabat intelijen Barat percaya ada beberapa gangguan yang disebabkan oleh pengungkapan praktik dan teknik khusus Moskow, memaksa para peretas untuk beradaptasi. Namun, tidak banyak tanda jika kampanye publik memaksa mereka memikirkan kembali kesediaan agar terlibat dalam kegiatan semacam itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0