Google Hapus Riwayat Lokasi Pengguna Setelah 18 Bulan

Google Tidak Menyimpan Aktivitas Pengguna Saat Berada Dalam Penyamaran.
Adiantoro - Teknologi,Kamis, 25-06-2020 09:38 WIB
Google Hapus Riwayat Lokasi Pengguna Setelah 18 Bulan
Ilustrasi. (The Standard)

Jakarta, Nusantaratv.com - Google mengatakan akan secara otomatis menghapus beberapa riwayat lokasi setelah 18 bulan untuk pengguna baru. Selain itu, Google akan memudahkan semua orang mengakses layanan pencarian, Maps dan YouTube tanpa dilacak.

Update pengaturan Google tersebut akan membuat riwayat tontonan pengguna baru YouTube hilang setelah 36 bulan, serta riwayat lokasi dan riwayat penelusuran web akan hilang setelah 18 bulan.

Dilansir dari Reuters, Kamis (25/6/2020), pengguna memiliki opsi untuk memilih jangka waktu yang lebih pendek atau lebih lama. Namun, Google mungkin masih dapat mengakses dan menyimpan detail lokasi dengan cara lain.

Guna mengakali hal tersebut, pengguna dapat menggunakan 'mode penyamaran', dengan menekan gambar profil di bagian atas pencarian, Maps atau aplikasi YouTube. Google tidak menyimpan aktivitas pengguna saat berada dalam penyamaran.

Baca Juga: Waduh! Puluhan Juta Pengguna Google Chrome Terancam Serangan Virus Jahat

Google memperoleh sebagian besar pendapatannya dari iklan, yang biasanya didasarkan pada data tentang apa yang ditonton dan dibaca pengguna serta di mana mereka berada.

Tahun lalu, Kepala Eksekutif Alfabet Sundar Pichai mengakui jika perusahaan mengumpulkan lebih banyak data daripada yang diperlukan untuk iklan dan berkomitmen meminimalkan pengumpulannya.

Diketahui, pembaruan untuk kontrol privasi Google tersebut hadir saat perusahaan mesin pencari terbesar di dunia itu menghadapi pengawasan ketat pada praktik pengumpulan datanya.

Undang-Undang (UU) baru mengenai privasi di California, Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah mendorong perusahaan internet menyesuaikan praktik selama dua tahun terakhir.

Beberapa tuntutan hukum oleh konsumen dan jaksa agung negara bagian AS dalam beberapa bulan terakhir telah menuding Google melakukan penipuan dalam pengumpulan data.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0