Duh! Data Milik 20 Juta Pengguna Layanan VPN Gratis Bocor

Para Peneliti Menemukan Data Dari 20 Juta Pengguna Layanan VPN Ini Telah Bocor Secara Online.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 21-07-2020 09:25 WIB
Duh! Data Milik 20 Juta Pengguna Layanan VPN Gratis Bocor
Ilustrasi. (New18)

Jakarta, Nusantaratv.com - Apakah Anda menggunakan aplikasi VPN? Sebab, dikabarkan data milik tujuh layanan VPN gratis bocor.

Kemungkinan ada sekitar 20 juta pengguna yang berpotensi terdampak atas insiden kebocoran data ini. Hal itu diungkap peneliti keamanan siber dari vpnMentor.

Peneliti menyatakan telah menemukan server yang digunakan oleh ketujuh penyedia layanan VPN tersebut, dan menemukan data Personally Identifiable Information (PII) milik pengguna.

Dilansir dari News18, Selasa (21/7/2020), ternyata data milik tujuh layanan itu memiliki kesamaan yakni berbasis di Hong Kong. Mereka adalah UFO VPN, FAST VPN, Free VPN, Super VPN, Flash VPN, Safe VPN, dan Rabbit VPN.

Para peneliti menemukan data dari 20 juta pengguna layanan VPN ini telah bocor secara online, dengan total nilai data sebesar 1,2TB (terabyte).

Menariknya, layanan VPN ini menawarkan tidak menyimpan log pengguna, tapi nyatanya mereka tetap melakukan hal itu, sehingga log pengguna mulai dari alamat, kata sandi dalam format teks mentah, dan aktivitas online tersimpan sebagai log diserver yang mereka pakai.

Temuan ini muncul hanya beberapa hari setelah peneliti keamanan siber Bob Diachenko mengungkapkan sebanyak 894GB catatan dalam gugus Elasticsearch yang tidak aman milik UFO VPN dengan mudah tersedia untuk diakses secara tidak sah.

Ternyata beberapa aplikasi VPN ini sangat populer, dengan peringkat sangat baik di Google Play Store dan App Store. Super VPN yang dikembangkan oleh Nownetmobi yang berbasis di Hong Kong memiliki peringkat 4,6 bintang di Google Play Store, dan 4,9 bintang di App Store

Sedangkan UFO VPN yang dikembangkan oleh Dreamfii HK Limited yang berbasis di Hong Kong telah mencatat 4,5 bintang di Google Play Store, dan 4,8 bintang di App Store.

Sementara itu, peneliti vpnMentor mengatakan mereka telah menjangkau semua pengembang aplikasi VPN yang terdaftar dan juga Tim Tanggap Darurat Komputer Hong Kong (HKCERT) dengan perinciannya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0