Duh! Apple Kecolongan Loloskan Malware Mac

Juru Bicara Apple Mengatakan Software Berbahaya Terus-menerus Berubah.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 01-09-2020 09:47 WIB
Duh! Apple Kecolongan Loloskan Malware Mac
Apple. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Apple dikenal memiliki aturan paling ketat untuk mencegah software berbahaya (malware) masuk ke toko aplikasinya.

Namun, baru-baru ini Patrick Wardle, yang dikenal sebagai peneliti keamanan siber yang mengkhususkan pada MacOS, bersama peneliti Peter Dantini menemukan adanya malware yang menyamar sebagai penginstal (installer) Adobe Flash diterima ole Apple.

Sejauh yang saya tahu, ini malware Mac pertama yang secara tidak sengaja disahkan oleh Apple - tulis Wardle dalam posting blog, dilansir dari TechCrunch, Selasa (1/9/2020).

Tahun lalu, Apple menerapkan aturan agar pengembang aplikasi mengirimkan aplikasi mereka untuk melalui jalur pemeriksaan keamanan agar dapat berjalan di jutaan Mac.

Proses yang disebut Apple sebagai 'notarization' itu berupa memindai aplikasi untuk mencari masalah keamanan dan konten berbahaya. Jika disetujui, software penyaringan keamanan internal Mac, Gatekeeper, memungkinkan aplikasi untuk berjalan. Aplikasi yang tidak lulus uji keamanan akan ditolak dan diblokir.

Dengan kejadian kekeliruan itu, Wardle mengatakan, artinya Apple tidak mendeteksi kode berbahaya saat aplikasi diterima lalu begitu saja menyetujuinya untuk berjalan di Mac, bahkan pada versi beta macOS Big Sur yang belum dirilis, diharapkan keluar akhir tahun ini.

Baca Juga: Resmi, Apple Hentikan Akun Pengembang Epic Games

Setelah laporan Wardle, Apple mencabut muatan berbahaya tersebut. Sementara itu, dalam sebuah pernyataan, juru bicara Apple mengatakan, software berbahaya terus-menerus berubah.

Sistem 'notarization' Apple membantu kami menjaga Mac dari malware dan memungkinkan kami merespons dengan cepat saat ditemukan - ungkapnya.

Setelah mempelajari adware ini, kami mencabut varian yang diidentifikasi, menonaktifkan akun pengembang, dan mencabut sertifikat terkait. Kami berterima kasih kepada para peneliti atas bantuan mereka dalam menjaga keamanan pengguna kami - tambahnya.

Sebelumnya, Apple juga ditargetkan oleh peretas dengan malware 'Shlayer' menurut perusahaan keamanan siber, Kaspersky. Malware ini ancaman paling umum yang dihadapi Mac pada 2019.

Diketahui, 'Shlayer' adalah sejenis adware yang mencegat lalu lintas web terenkripsi, bahkan dari situs berkemampuan HTTPS, selanjutnya mengganti situs web dan hasil pencarian dengan iklannya sendiri untuk menghasilkan uang dari iklan palsu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0