Facebook Tutup Group Nakal yang Sebar Hoaks Soal Pilpres AS

Tindakan yang kami ambil untuk melindungi orang selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini
Raymond - Teknologi,Senin, 09-11-2020 09:50 WIB
Facebook Tutup Group Nakal yang Sebar Hoaks Soal Pilpres AS
ilustrasi Facebook

Nusantaratv.com - Pertarungan antara Donald Trump dengan Joe Biden di Pilres AS masih jadi perhatian publik, terlebih kemenangan sang penantang yang akhirnya keluar sebagai juara. Namun, ternyata banyak informasi beredar dari netizen dianggap memicu masalah.

Untuk menghindari hal tersebut, Facebook memastikan akan menutup group yang menyebarkan informasi keliru ataupun menyesatkan selama Pilpres 2020 maupun pasca kemanangan Biden.

Mengutip The Washington Post, Facebook menyatakan akan membatasi grup apa pun, baik publik maupun privat, dengan banyak kiriman yang melanggar standar komunitasnya. Moderator grup harus menyetujui unggahan apa pun secara manual selama 60 hari, dan tidak ada pengajuan banding yang tersedia untuk grup dengan status percobaan. paralax ads start

"Kami untuk sementara waktu meminta admin dan moderator dari beberapa kelompok politik dan sosial di Amerika Serikat untuk menyetujui semua unggahan jika grup mereka memiliki sejumlah pelanggaran standar komunitas dari anggota," kata Juru Bicara Facebook Leonard Lam, seperti dikutip dari The Verge, Senin (9/11/2020) hari ini.

Facebook juga memastikan bahwa langkah yang diambil guna melindungi pihak-pihak yang tidak melakukan hal-hal yang muncul seperti informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Tindakan yang kami ambil untuk melindungi orang selama waktu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini," tambah Leonard.

Dalam pantauannya, Facebook memberikan pesan kepada admin tentang status grupnya dan diberi tahu kapan batasan unggahan akan dicabut. Selama masa percobaan, Facebook akan mengawasi bagaimana moderator grup terbatas menangani kiriman. Jika mereka terus mengizinkan unggahan yang melanggar aturan, Facebook dapat menutup grup sepenuhnya.

Adapun pada awal pekan ini Facebook menutup grup Stop the Steal yang memiliki lebih dari 300.000 anggota, dimana group itu telah mengunggah informasi salah terkait Pilpres Amerika Serikat.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0