Menkominfo Pastikan Pelaksanaan Siaran Digital Dilakukan Bertahap

Untuk pemberhentian siaran analog atau analog switch off (ASO) sudah  melalui pembahasan mendalam dengan pemangku kepentingan.
Ramses Rianto Manurung - Teknologi,Selasa, 13-10-2020 19:06 WIB
Menkominfo Pastikan Pelaksanaan Siaran Digital Dilakukan Bertahap
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan pelaksanaan siaran televisi digital akan dilakukan secara bertahap. Proses pengalihan siaran analog ke digital melihat kesiapan masyarakat dan lembaga penyiaran swasta untuk menggelar siaran digital.

Untuk pemberhentian siaran analog atau analog switch off (ASO) sudah  melalui pembahasan mendalam dengan pemangku kepentingan.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan terdapat dua pertimbangan yang  digunakan pemerintah untuk mematikan siaran analog dan menggantinya dengan siaran digital.

Pertama, apabila hampir seluruh rumah tangga setempat sudah bisa menonton siaran TV digital. Kedua, seluruh lembaga penyiaran di wilayah tersebut juga sudah selesai bermigrasi ke siaran TV digital.

“Jadi pelaksanaan migrasi TV analog ke digital ini adalah kerja bersama pemerintah dengan lembaga penyiaran dan seluruh komponen Penyiaran,” kata Johnny  G Plate, Selasa (13/10/2020).

Dia menambahkan pemerintah juga akan gencar melakukan sosialisasi  kepada masyarakat, khususnya tentang manfaat dan cara untuk mendapatkan siaran televisi digital.

Baca juga: KPI Minta Masyarakat Siap dengan Peralihan Sistem Digital

Adapun mengenai distribusi Set Top Box (STB) atau perangkat keras untuk menerima siaran digital, kata Johnny, akan disalurkan secara bertahap bagi rumah tangga kurang mampu. Pemerintah telah menyiapkan sekitar 6,7 juga STB.

“Sebagian besar [bantuan STB]  berasal dari kontribusi penyelenggara multiplexing swasta. Dengan demikian pola pelaku bisnis membantu masyarakat kurang mampu akan terjadi,” kata Johnny.

Johnny juga menilai bahwa saat ini harga STB sudah cukup terjangkau. Dalam 10 tahun terakhir, banyak produsen perangkat televisi yang menjual perangkat televisi dengan penerimaan ganda untuk siaran televisi digital atau (DVBT2).

Johnny menjelaskan sejauh ini siaran televisi digital sudah mulai  diterima di 12 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. 

Untuk sisa 22 provinsi lainnya, terutama di ibukota provinsi sudah terdapat siaran televisi digital namun masih terbatas pada siaran TVRI.

“Akan kita percepat persiapan wilayah-wilayah yang belum terdapat siaran digital sampai 2 tahun kedepan,” kata Johnny.

Johnny menegaskan masyarakat Indonesia di daerah tertinggal, terluar dan terdepan tidak luput dari perhatian pemerintah. Seluruhnya memiliki hak untuk menerima siaran TV berkualitas baik, sebagaimana yang dirasakan oleh penduduk perkotaan.


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0