Twitter Bakal Labeli Akun Pejabat Pemerintah

Twitter Katakan Label Akan Memberikan Konteks untuk Membantu Pengguna Membuat Keputusan.
Adiantoro - Teknologi,Jumat, 07-08-2020 14:46 WIB
Twitter Bakal Labeli Akun Pejabat Pemerintah
Twitter. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Twitter akan melabeli akun pejabat pemerintah dan outlet media yang berafiliasi dengan negara. Kebijakan ini serupa dengan apa yang diterapkan Facebook dan YouTube.

Label ini telah diterapkan oleh Twitter, tetapi akan diluncurkan secara bertahap. Label ini diterapkan untuk pejabat dari Cina, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Selain itu, Twitter juga akan berhenti merekomendasikan tweet dari media yang berafiliasi dengan negara, seperti dilansir dari The Verge, Jumat (7/8/2020).

Baca Juga: Izinkan WFH Hingga Juli 2021, Facebook Beri Rp14 Juta untuk Kebutuhan Karyawan 

Twitter mengatakan label akan memberikan konteks untuk membantu pengguna membuat keputusan. Peluncuran label ini hanya berfokus pada akun yang mewakili 'suara negara-bangsa di luar negeri' dan kemungkinan akan terlibat dalam diskusi geopolitik di Twitter.

Contohnya, Departemen Luar Negeri AS memiliki label, sedangkan Departemen Keuangan tidak. Twitter juga tidak akan melabeli akun pribadi untuk kepala negara. Sedangkan kategori media yang berafiliasi dengan negara mencakup saluran di mana pemerintah 'menjalankan kontrol atas konten editorial melalui sumber daya keuangan, tekanan politik langsung atau tidak langsung, maupun kontrol atas produksi dan distribusi'.

Twitter sudah melarang media yang berafiliasi dengan pemerintah untuk membeli iklan Twitter, dan sekarang Twitter akan memperkuat outlet ini, termasuk di timeline beranda, pemberitahuan, dan pencarian.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0