Twitter Ancam Pihak Nakal yang Masih Sebarkan Hoax Soal Pilpres AS

Sebanyak 456 dari jumlah twit tersebut juga mendapat pesan peringatan dan diberi fitur pembatasan keterlibatan
Raymond - Teknologi,Jumat, 13-11-2020 17:00 WIB
Twitter Ancam Pihak Nakal yang Masih Sebarkan Hoax Soal Pilpres AS

Nusantaratv.com -Informasi mengenai pemilihan umum Amerika Serikat (AS) di sosial media sampai saat ini terjadi, baik fakta mengenai kebenaran maupun informasi yang dianggap menyimpang.

Menanggapi hal ini, Twitter telah memberi label pada sekitar 300.000 twit yang melanggar kebijakan Twitter seputar misinformasi Pilpres As. Adapun Jumlah label tersebut mewakili 0,2 persen dari seluruh twit terkait pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat (AS) sepanjang 27 Oktober 2020 hingga 11 November 2020.

Selain itu, sebanyak 456 dari jumlah twit tersebut juga mendapat pesan peringatan dan diberi fitur pembatasan keterlibatan. Dimana fitur pembatasan keterlibatan berarti twit dapat berupa kutipan twit (quote tweet), tetapi tidak dapat di-retweet, dibalas, atau disukai. Twitter menyatakan sekitar 74 persen orang yang menyimak twit-twit tersebut melihat twit yang sudah diberi label atau pesan peringatan. 

Twitter juga mengumumkan serangkaian perubahan kebijakan, termasuk penambahan produk untuk menambahkan konteks. Tujuannya, mengurangi potensi penyebaran informasi yang menyesatkan di Twitter. 

Salah satu kebijakan itu yakni dorongan Twitter kepada penggunanya untuk menambahkan komentar lewat quote tweet ketimbang retweet. Kebijakan ini diterapkan jelang pemungutan suara pada 3 November 2020. 

Sosmed berlambang burung ini juga menyatakan sejak kebijakan itu berlaku, jumlah retweet turun 23 persen, sedangkan jumlah quote tweet meningkat 26 persen. Secara keseluruhan, jumlah retweet dan quote tweet merosot 20 persen. 

"Perubahan ini memperlambat penyebaran misinformasi," tulis Twitter dalam laman resminya, Kamis (12/11/2020). Sementara, kebijakan Twitter untuk menghentikan rekomendasi liked by dan followed by dari akun yang tidak diikuti pengguna pada Home Timeline tidak menunjukkan hasil signifikan. 

Kebijakan menjeda rekomendasi tersebut malah mencegah orang untuk menemukan percakapan dan akun baru. Karena tidak memberikan perubahan signifikan, Twitter menghentikan kebijakan ini.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0