Sebarkan Informasi Sesat Terkait COVID-19, Facebook Hapus 7 Juta Postingan

Facebook Memberlakukan Kebijakan untuk Mencoba Mengatur Unggahan COVID-19.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 12-08-2020 14:13 WIB
Sebarkan Informasi Sesat Terkait COVID-19, Facebook Hapus 7 Juta Postingan
Facebook. (Freepik)

Jakarta, Nusantaratv.com - Facebook menghapus 7 juta postingan misinformasi tentang virus corona (COVID-19) di platform-nya. Postingan menyesatkan yang dihapus ini berasal dari Facebook dan Instagram pada periode April hingga Juni 2020.

Tak hanya itu, Facebook juga memberikan label peringatan pada 98 juta postingan misinformasi COVID-19 di Facebook selama periode tersebut. Postingan yang dilabeli tersebut dianggap berpotensi menyesatkan, tapi tidak cukup berbahaya sehingga tidak sampai dihapus.

Dilansir dari Washington Post, Rabu (12/8/2020), Facebook dan sesama layanan media sosial besar lain, yakni Twitter dan YouTube berupaya menangani unggahan yang mempromosikan obat palsu atau spekulasi mengenai pandemi COVID-19 yang membanjiri internet sejak awal kasus virus corona ini merebak.

Facebook memberlakukan kebijakan untuk mencoba mengatur unggahan COVID-19. Namun, tim moderasi mereka yang memantau unggahan tersebut juga kewalahan karena kantor Facebook masih tutup. Akibatnya, mereka mengerjakan semuanya dari rumah.

Selain itu, Facebook juga mengerahkan teknologi kecerdasan buatannya (artificial intelligence/AI) untuk membantu dalam pekerjaan ini. Raksasa jejaring sosial ini mengklaim adanya peningkatan dalam hal jumlah postingan yang dihapus karena melanggar kebijakan, termasuk yang terkait misinformasi tentang COVID-19.

Tim moderator konten yang ribuan banyaknya itu tetap kewalahan, sekalipun mereka berusaha keras memperketat unggahan terkait misinformasi COVID-19. Sebab, akan selalu ada konten yang berhasil lolos dan menyebar di media sosial.

Misalnya, pada Mei lalu, Facebook dan YouTube kecolongan membiarkan video 'Plandemic' beredar. Meski telah dihapus, video teori konspirasi tentang penyebaran virus corona ini terlanjur ditonton jutaan kali.

Facebook juga menghapus unggahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena menyebarkan informasi yang salah terkait virus corona pada awal Agustus. Ini untuk pertama kalinya Facebook menghapus unggahan presiden karena dianggap melanggar kebijakannya.

Twitter juga memblokir salah satu video Trump di situsnya dan meminta akun kampanye Trump 2020 menghapus tweet yang menampilkan video misinformasi COVID-19 tersebut.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0