Perangi Informasi Sesat, Twitter Bakal Batasi Retweet

Twitter Ingin Berperan Dalam Memerangi Informasi yang Salah Menjelang Pemilu.
Adiantoro - Teknologi,Minggu, 11-10-2020 08:21 WIB
Perangi Informasi Sesat, Twitter Bakal Batasi Retweet
Ilustrasi. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Saat ini, sangat mudah untuk membagikan ulang, me-retweet, atau meneruskan pesan di media sosial (medsos).

Masalahnya, terkadang informasi yang dibagikan ulang, retweet, atau diteruskan bisa saja berisi informasi yang salah, yang pada akhirnya menyebabkan spekulasi, rumor, hingga menimbulkan keresahan.

Twitter ingin berperan dalam memerangi informasi yang salah menjelang pemilu. Salah satu hal yang Twitter rencanakan adalah menerapkan pembatasan pada fitur retweet. Twitter mengatakan setiap kali pengguna mencoba me-retweet sebuah postingan, mereka didorong menambahkan komentar untuk memberikan konteks lebih pada postingan itu daripada hanya me-retweet secara membabi buta.

Baca Juga: Siap-siap, Google Terapkan Potongan 30 Persen Pembelian Dalam Aplikasi

Meskipun ini menambah beberapa gesekan ekstra bagi mereka yang hanya ingin me-Retweet, kami berharap ini akan mendorong semua orang untuk tidak hanya mempertimbangkan mengapa mereka memperkuat Tweet, tetapi juga meningkatkan kemungkinan orang menambahkan pemikiran, reaksi, dan perspektif percakapan - terang Twitter, dikutip dari Ubergizmo, Minggu (11/10/2020).

Kendati demikian, ini adalah tindakan sementara yang akan Twitter lakukan mulai 20 Oktober hingga akhir pemilihan. Tapi, bisa saja ini akan menjadi fitur permanen.

Sebelumnya, WhatsApp telah memperkenalkan fitur serupa yang membatasi berapa kali pesan dapat diteruskan untuk membantu mencegah penyebaran informasi yang salah. Sejauh ini, fitur tersebut bisa dikatakan sukses, sehingga mungkin saja Twitter tertarik untuk menjadikannya fitur utama nantinya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0