Microsoft Minta Jangan Instal Aplikasi CCleaner di Windows 10, Mengapa?

Microsoft Ingin Agar Pengguna Windows Menghindari Aplikasi Pembersihan Disk Ini.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 05-08-2020 08:35 WIB
Microsoft Minta Jangan Instal Aplikasi CCleaner di Windows 10, Mengapa?
CCleaner. (Laptopmag)

Jakarta, Nusantaratv.com - Microsoft meminta pengguna Windows 10 untuk tidak menginstal aplikasi CCleaner.

Dilansir dari Laptopmag, Rabu (5/8/2020), Microsoft Defender Antivirus, yang sebelumnya dikenal sebagai Windows Defender saat ini sedang menandai aplikasi penghapusan file CCleaner sebagai program yang mungkin tidak diinginkan.

Menurut raksasa teknologi yang berbasis di Redmond, Washington, Amerika Serikat (AS) itu, installer CCleaner sering dibundel dengan aplikasi yang berlebihan dan tidak perlu.

Meski aplikasi yang dibundel itu sah. Bundling software, terutama produk dari penyedia lain dapat mengakibatkan aktivitas software tidak terduga yang dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna - tulis Microsoft dalam blognya.

Baca Juga: Catat! YouTube Akan Akhiri Community Captions Contributions Pada September 2020

Sedangkan aplikasi software yang sering dibundel dengan CCleaner, termasuk Google Chrome, Google Toolbar, Avast Free Antivirus dan AVG Antivirus Free. Microsoft menambahkan sementara penginstal CCleaner menawarkan kepada pengguna opsi untuk memilih keluar dari software yang tidak perlu, banyak pengguna Windows yang secara tidak sengaja menginstal program.

Untuk melindungi pengguna Windows, Microsoft Defender Antivirus menandai CCleaner sebagai aplikasi yang mungkin tidak diinginkan (potentially unwanted application/PUA) - lanjutnya. 

Diketahui, CCleaner adalah aplikasi pembersih disk yang sudah ada sejak 2004. Aplikasi ini dimiliki oleh Piriform, sebuah perusahaan yang dibeli Avast pada 2017. CCleaner mengklaim dapat meningkatkan kinerja PC, termasuk kecepatan, keselamatan dan keamanan dengan menghapus file yang tidak diinginkan atau memakan ruang penyimpanan memori hardisk.

Piriform dan Microsoft saat itu belum memiliki hubungan baik. Pada 2019, Microsoft menyensor CCleaner dari forum dukungannya untuk memblokir agar tidak merekomendasikan alat penghapus file sampah tersebut. Dan, tidak jelas apa yang menyebabkan Microsoft memasukkan daftar hitam CCleaner di tempat pertama.

Microsoft tidak mendukung penggunaan pembersih registri. Beberapa program yang tersedia secara gratis di internet mungkin mengandung spyware, adware, atau virus. Jika Anda memutuskan untuk menginstal utilitas pembersih registri, pastikan untuk meneliti produk dan hanya mengunduh dan menginstal program dari penerbit yang Anda percayai - tulis Microsoft pada 2018.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0