Makin Panas, AS Bakal Hapus Aplikasi Asal Cina

AS Berniat Melarang dan Menghapus Aplikasi Buatan Cina.
Adiantoro - Teknologi,Kamis, 06-08-2020 10:02 WIB
Makin Panas, AS Bakal Hapus Aplikasi Asal Cina
Aplikasi buatan Cina, TikTok. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Amerika Serikat (AS) kembali mengusik Cina. Negara Adi Kuasa itu memperluas program 'Clean Network' yang menargetkan aplikasi dan layanan komputasi buatan perusahaan Cina yang diklaim berisiko terhadap keamanan.

Dilansir dari Bangkok Post, Kamis (6/8/2020), Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan AS berniat melarang dan menghapus aplikasi buatan Cina yang tidak dipercaya dari toko aplikasi operator seluler dan pembuat smartphone di AS.

Dengan perusahaan induk yang berbasis di Cina, aplikasi seperti TikTok, WeChat, dan lainnya merupakan ancaman signifikan terhadap data pribadi warga Amerika, belum lagi alat untuk sensor konten Partai Komunis Cina - kata Pompeo.

Lebih lanjut, dia mengatakan AS juga akan memblokir aplikasi buatan perusahaan Amerika dari pra-instal, atau tersedia untuk diunduh, pada smartphone serta peralatan nirkabel buatan Cina, terutama dari raksasa teknologi asal Cina, yakni Huawei.

Kami tidak ingin perusahaan terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia Huawei atau aparat pengawasan Partai Komunis Cina - tambah Pompeo.

Pompeo juga mengatakan pemerintah AS akan berusaha membatasi kemampuan penyedia layanan Cina untuk mengumpulkan, menyimpan, dan memproses data sensitif di AS. Salah satunya dari raksasa teknologi Cina, yakni Alibaba, Baidu, dan Tencent.

Pengumuman Pompeo datang dua hari setelah Presiden AS Donald Trump memberitahu perusahaan teknologi Cina, ByteDance untuk menjual aplikasi TikTok ke perusahaan Amerika atau TikTok akan ditutup pada pertengahan September.

Negara Paman Sam itu mengatakan TikTok mengumpulkan sejumlah besar data pribadi dari ratusan juta pengguna, yang dapat diteruskan ke intelijen Cina.

Penargetan penggunaan aplikasi dan layanan cloud tersebut juga memperluas program 5G Clean Path (Jalur Bersih 5G), yang diluncurkan Departemen Luar Negeri pada 29 April lalu.

Intinya, program ini adalah inisiatif multi-negara untuk mencegah Huawei dan pemasok telekomunikasi Cina lainnya mendominasi layanan telekomunikasi nirkabel generasi berikutnya atau 5G.

AS mengatakan teknologi Huawei dapat membuka pintu bagi intelijen Cina untuk dengan mudah memanfaatkan komunikasi di negara lain. Pemerintah AS telah melarang peralatan Huawei dan sangat melarang otoritas dan bisnis di seluruh negeri untuk menggunakannya.

Terpisah, Duta Besar Cina di London Liu Xiaoming, mengutuk program Jaringan Bersih 5G sebagai penindasan dan menyebutnya bertentangan dengan cita-cita perdagangan bebas.

Penindasan AS tentang masalah 5G tidak hanya merusak aturan perdagangan internasional yang adil, tapi juga merusak lingkungan pasar global yang bebas. AS sama sekali tidak memenuhi syarat untuk membangun apa yang disebut 'Jaringan Bersih' - tulis Liu dalam cuitan pribadinya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0