Luruskan Kesalahpahaman, TikTok Jelaskan Situasi di AS

Tujuan Washington Bukan untuk Memaksakan Penjualan Operasional TikTok di AS.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 05-08-2020 11:01 WIB
Luruskan Kesalahpahaman, TikTok Jelaskan Situasi di AS
Ilustrasi TikTok. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pendiri ByteDance, Zhang Yiming, menjelaskan kepada karyawannya terkait situasi TikTok di Amerika Serikat (AS). Begitu juga dengan kesalahpahaman pendapat yang beredar atas isu tersebut.

Selain itu, perusahaan akan lebih banyak menghadapi kesulitan ketika sentimen anti-Cina meningkat di luar negeri. ByteDance, perusahaan induk TikTok, dan Zhang dikecam habis-habisan di media sosial Cina karena melakukan negosiasi terkait keinginan menjual operasional platform video pendek paling populer di Amerika Serikat (AS) kepada Microsoft Corp.

Dilansir dari Reuters, Rabu (5/8/2020), sejak awal pekan ini, sejumlah pengguna mikroblog besutan Cina, Weibo, mengatakan mereka akan menghapus (uninstall) aplikasi video pendek besutan ByteDance, yakni aplikasi video pendek Douyin dan agregator berita Jinri Toutiao karena ByteDance menyerah ke Washington.

Sedangkan yang lainnya, mereka mendesak ByteDance belajar dari Google, yang memilih menarik operasionalnya di Cina sejak 2010 karena tidak ingin menyensor hasil pencariannya, daripada harus menjual operasinalnya di China.

Baca Juga: Apple Bantah Bakal Akuisisi TikTok 

Saya benar-benar memahami (kritik). Orang-orang memiliki harapan yang tinggi terhadap perusahaan yang didirikan oleh orang Cina, kemudian mengglobal, tetapi hanya sedikit informasi yang diketahui. Dengan banyak keluhan terhadap pemerintah AS, mereka cenderung melontarkan kritik yang kasar - ujar Zhang, melalui surat yang sudah dikonfirmasi Reuters kepada orang dalam di perusahaan teknologi asal Cina itu.

Lebih lanjut, dalam surat itu, Zhang mengatakan beberapa orang salah memahami situasi mereka di AS. Diungkapkannya, tujuan Washington bukan untuk memaksakan penjualan operasional TikTok di negara Paman Sam itu, tapi melarang aplikasi tersebut.

Dia menyatakan ada proses hukum yang tidak memberikan mereka pilihan, selain mengikutinya. Zhang menambahkan perusahaan sudah mulai berdiskusi dengan perusahaan teknologi agar mereka bisa terus menjalankan aplikasi TikTok di AS.

Zhang juga menegaskan sejak dua tahun terakhir, sentimen anti-Cina telah meningkat di berbagai negara dan perusahaan harus bersiap menghadapi masalah lainnya dalam kondisi seperti ini.

Diketahui, awalnya, Presiden AS Donald Trump menolak gagasan penjualan operasional TikTok di AS kepada Microsoft, tapi belakangan dia berubah pikiran akibat desakan dari para penasihat, dan juga partai Republik. Pasalnya, melarang TikTok bisa jadi menjauhkan dari para pemilih muda.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0