Lawan Misinformasi, Twitter Kembangkan 'Birdwatch'

Twitter Memperbarui Aplikasi Web-nya Beberapa Hari Setelah Penemuannya Tersebut.
Adiantoro - Teknologi,Senin, 05-10-2020 08:06 WIB
Lawan Misinformasi, Twitter Kembangkan 'Birdwatch'
Ilustrasi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Twitter sedang mengembangkan produk baru bernama 'Birdwatch'. Fitur ini sebagai upaya mengatasi misinformasi di seluruh platform media sosial tersebut dengan menyediakan lebih banyak konteks untuk cuitan dalam bentuk catatan.

Cuitan yang ditambahkan ke 'Birdwatch', yang berarti ditandai untuk moderasi, pada menu dalam cuitan, tempat alat blokir dan laporan ditemukan saat ini. Ikon teropong kecil juga akan muncul di cuitan yang dipublikasikan ke lini waktu Twitter. Saat tombol itu diklik, pengguna diarahkan ke layar tempat mereka dapat melihat riwayat catatan cuitan.

Mengutip TechCrunch, Senin (5/10/2020), berdasarkan tangkapan layar, tab baru bernama 'Birdwatch Note' akan ditambahkan ke navigasi Twitter, di samping fitur lain yang sudah ada seperti 'List', 'Topic', 'Bookmarks', dan 'Moment'.

Dimana 'Birdwatch Note' memungkinkan pengguna melacak kontribusi mereka dalam memerangi misinformasi. Fitur tersebut pertama kali ditemukan musim panas ini dalam tahap awal pengembangan yang menemukan sistem tersebut melalui situs web Twitter.

Pada saat itu, 'Birdwatch' tidak memiliki nama, tapi dengan jelas menunjukkan antarmuka untuk menandai cuitan, memberikan suara apakah cuitan tersebut menyesatkan atau tidak, dan menambahkan catatan dengan penjelasan lebih lanjut.

Twitter memperbarui aplikasi web-nya beberapa hari setelah penemuannya tersebut. Namun, antarmuka yang sangat mirip kembali ditemukan dalam kode Twitter, kali ini di iOS.

Menurut konsultan media sosial, Matt Navarra, yang mengunggah screenshot dari fitur tersebut di ponsel, 'Birdwatch' memungkinkan pengguna untuk melampirkan catatan di cuitan. Catatan ini dapat dilihat saat mengklik tombol teropong di cuitan itu sendiri.

Dengan kata lain, konteks tambahan tentang pernyataan yang dibuat dalam cuitan tersebut terbuka untuk umum. Kendati demikian, belum diketahui apakah semua orang di Twitter akan diberi akses ke cuitan untuk konteks tambahan, atau apakah izin ini akan memerlukan persetujuan, atau hanya terbuka untuk pengguna tertentu atau pemeriksa cek fakta.

Dalam beberapa bulan terakhir, Twitter telah mencoba mengambil sikap lebih keras terhadap cuitan yang berisi pernyataan yang menyesatkan, salah, atau menghasut. Bahkan telah melangkah lebih jauh dengan menerapkan label cek fakta ke beberapa cuitan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan pemberitahuan yang memperingatkan pengguna jika cuitan tersebut telah melanggar aturan Twitter. 

Akan tetapi Twitter menolak memberikan rincian mengenai rencananya untuk 'Birdwatch', namun mengkonfirmasi bila fitur tersebut dirancang untuk memerangi penyebaran informasi yang salah.

Kami sedang menjajaki sejumlah cara untuk mengatasi kesalahan informasi dan memberikan lebih banyak konteks untuk cuitan di Twitter,” kata juru bicara Twitter kepada TechCrunch. 

Misinformasi adalah masalah kritis dan kami akan menguji berbagai cara untuk mengatasinya - lanjut Twitter.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0