Google Hapus 6 Aplikasi Jahat yang Terinfeksi Malware Joker

Google Telah Menghapus Lebih Dari 1.700 Aplikasi yang Telah Disusupi Malware Joker Sejak 2017.
Adiantoro - Teknologi,Kamis, 03-09-2020 14:57 WIB
Google Hapus 6 Aplikasi Jahat yang Terinfeksi Malware Joker
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Peneliti keamanan siber Pradeo telah menemukan 6 aplikasi di toko aplikasi Google Play Store telah terinfeksi malware Joker. Bahkan total jumlah unduhan dari 6 aplikasi jahat itu mencapai 2 juta kali unduh.

Dilansir dari Business Insider, Kamis (3/9/2020), keenam aplikasi yang dimaksud di antaranya Convenient Scanner 2, Safety AppLock, Push Message-Texting & SMS, Emoji Wallpaper, Seperate Doc Scanner, dan Fingertips GameBox.

Aplikasi yang terinfeksi malware kini sudah dihapus dari Google Play Store, tetapi masih terpasang di smartphone milik penggunanya - kata firma keamanan Pradeo.

Untuk diketahui, Joker merupakan bot jahat yang dikategorikan sebagai Fleeceware. Aktivitas utamanya adalah mensimulasikan klik dan mencegat SMS di perangkat pengguna untuk berlangganan ke konten atau layanan yang tidak diinginkan. Semua itu dilakukan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan pengguna.

Dengan menggunakan kode seminimal mungkin, Joker menghasilkan jejak sangat minim sehingga cukup sulit dideteksi. Tahun lalu, malware Joker ditemukan bersembunyi di ratusan aplikasi. Untuk itu, para pengguna yang masih memasang aplikasi-aplikasi tersebut pada smartphone-nya, disarankan untuk menghapus. 

Pengguna disarankan segera menghapus ke-6 aplikasi di atas dari perangkat, untuk menghindari aktivitas penipuan yang tidak diinginkan - saran Pradeo.

Sedangkan pihak Google sendiri telah menghapus lebih dari 1.700 aplikasi yang telah disusupi malware Joker, sejak 2017. Bahkan pada Juli lalu, para peneliti dari perusahaan keamanan siber Check Point menemukan varian baru dari malware Joker yang bernama Joker Dropper dan Spyware Premium Dialer di Google Play.

Dengan cara bersembunyi di aplikasi yang resmi, versi update dari malware Joker ini sanggup mengunduh malware tambahan ke perangkat dan berusaha untuk berlangganan ke layanan premium tanpa sepengetahuan pengguna.

Joker juga menjadi salah satu malware paling menonjol di Android, karena malware ini kerap menemukan cara agar bisa masuk ke toko aplikasi resmi Google. Hanya dengan mengubah kodenya sedikit demi sedikit, malware ini berhasil menyusupi aplikasi dan kembali masuk ke Google Play Store.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0