Facebook: Satu dari 1.000 Unggahan Mengandung Ujaran Kebencian

Facebook Telah Mengambil Tindakan Terhadap 22,1 Juta Konten Ujaran Kebencian Pada Kuartal Ketiga.
Adiantoro - Teknologi,Jumat, 20-11-2020 08:40 WIB
Facebook: Satu dari 1.000 Unggahan Mengandung Ujaran Kebencian
Ilustrasi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Facebook untuk pertama kalinya mengungkapkan angka tentang prevalensi ujaran kebencian di platform-nya. Mereka menyebut dari setiap 10.000 penayangan konten pada kuartal ketiga, 10 hingga 11 unggahan di antaranya mengandung ujaran kebencian.

Dilansir dari Reuters, Jumat (20/11/2020), Facebook berada di bawah pengawasan atas kebijakan pelanggarannya, terutama seputar pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) pada bulan ini, merilis perkiraan dalam laporan moderasi konten triwulannya.

Raksasa media sosial itu mengatakan telah mengambil tindakan terhadap 22,1 juta konten ujaran kebencian pada kuartal ketiga, sekitar 95 persen di antaranya diidentifikasi secara proaktif. Sedangkan pada kuartal sebelumnya, Facebook telah menindak 22,5 juta konten ujaran kebencian.

Facebook mendefinisikan 'mengambil tindakan' dengan menghapus konten, menutupinya dengan peringatan, menonaktifkan akun, atau meneruskannya ke lembaga eksternal.

Kepala keselamatan dan integritas Facebook, Guy Rosen, mengatakan mulai dari 1 Maret hingga pemilu 3 November, perusahaan tersebut telah menghapus lebih dari 265.000 konten dari Facebook dan Instagram di AS karena melanggar kebijakan campur tangan pemilihnya.

Di sisi lain, pada pertengahan tahun ini, kelompok hak sipil mengorganisir boikot iklan di Facebook yang meluas dalam upaya menekan Facebook agar bertindak melawan ujaran kebencian.

Sementara itu, pada Oktober, Facebook mengatakan sedang memperbarui kebijakan ujaran kebencian untuk melarang konten apa pun yang menyangkal atau mendistorsi Holocaust, perubahan haluan dari komentar publik yang dibuat CEO Facebook Mark Zuckerberg tentang apa yang harus diizinkan.

Facebook mengatakan telah mengambil tindakan terhadap 19,2 juta konten kekerasan dan grafis di kuartal ketiga, naik dari 15 juta di kuartal kedua. Di Instagram, Facebook menindak 4,1 juta konten kekerasan dan grafis. Facebook, harap Rosen, memiliki audit independen atas angka penegakan kontennya selama 2021.

Awal pekan ini, Zuckerberg dan CEO Twitter Inc Jack Dorsey dipuji Kongres terkait praktik moderasi konten perusahaan mereka, mulai dari tuduhan bias politik oleh Partai Republik hingga keputusan tentang ujaran kekerasan.

Pekan lalu, Reuters melaporkan Zuckerberg dalam pertemuan dengan semua staf mengatakan mantan penasihat Gedung Putih Trump Steve Bannon tidak cukup melanggar kebijakan perusahaan ketika dia mendesak pemenggalan dua pejabat senior AS.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0