Facebook Akui Kesulitan Hapus Video Misinformasi Terkait COVID-19

Facebook Telah Menghapus Lebih Dari 7 Juta Konten Menyesatkan.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 29-07-2020 12:35 WIB
Facebook Akui Kesulitan Hapus Video Misinformasi Terkait COVID-19
Ilustrasi. (ZDNet)

Jakarta, Nusantaratv.com - Raksasa jejaring sosial, Facebook, mengakui butuh waktu lebih lama untuk menghapus video misinformasi yang diunggah di platform-nya.

Dilansir dari The Verge, Rabu (29/7/2020), Facebook sebelumnya mengambil tindakan penghapusan, terhadap video yang menampilkan para non-ahli menolak memakai masker sambil menggembar-gemborkan cara untuk menyembuhkan virus yang belum diverifikasi.

Video tersebut dibagikan secara luas puluhan juta kali, termasuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan putranya di Twitter. Setelah video tersebut menjadi viral, Facebook dan jejaring sosial lainnya, termasuk Twitter dan YouTube, menghapus video tersebut dan mulai mencoba membatasi penyebarannya.

Baca Juga: Facebook Hadirkan Fitur Baru, Mungkinkan Pengguna Siarkan Panggilan Video

Kami telah menghapus video ini karena membuat klaim palsu tentang penyembuhan dan pencegahan untuk COVID-19. Orang yang bereaksi, mengomentari, atau berbagi video ini, akan melihat pesan yang mengarahkan mereka ke informasi resmi dari otoritas tentang virus corona - kata juru bicara Facebook.

Kami membutuhkan beberapa jam untuk penghapusan video dan kami melakukan peninjauan untuk memahami mengapa ini membutuhkan waktu lebih lama dari yang seharusnya - lanjutnya.

Facebook mengatakan telah menghapus lebih dari 7 juta konten yang menyesatkan atau berisi informasi yang salah terkait virus corona (COVID-19) selama April hingga Juni 2020.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0