Bela Cina, Australia Sebut Tak Ada Bukti TikTok Harus Dilarang

TikTok Memiliki Risiko Nasional Karena Data Pribadi yang Ditangani Dapat Disalahgunakan.
Adiantoro - Teknologi,Rabu, 05-08-2020 12:14 WIB
Bela Cina, Australia Sebut Tak Ada Bukti TikTok Harus Dilarang
TikTok. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebut tidak ada bukti aplikasi video pendek paling populer asal Cina TikTok harus dilarang akibat telah menyalahgunakan data ratusan juta penggunanya.

Kami jelas akan terus mengawasi mereka, tapi tidak ada bukti yang menunjukkan kepada kami untuk mengambil tindakan yang diperlukan - kata Morrison dalam pertemuan Forum Keamanan Aspen di Aspen, Colorado, Amerika Serikat (AS), yang digelar secara virtual melalui Zoom, Selasa (4/8/2020), seperti dilansir dari Reuters, Rabu (5/8/2020).

Sebelumnya, para pejabat AS mengatakan TikTok memiliki risiko nasional karena data pribadi yang ditangani dapat disalahgunakan.

Baca Juga: Luruskan Kesalahpahaman, TikTok Jelaskan Situasi di AS

Ada banyak hal yang ada di TikTok yang cukup memalukan di depan umum, tapi itu (hanya) semacam perangkat media sosial - canda Morrison.

Sedangkan Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan melarang TikTok di negara Paman Sam itu pada 15 September mendatang, kecuali operasional perusahaan di AS itu dijual. Dikabarkan Microsoft juga sedang bernegosiasi untuk mengakuisisi operasional TikTok di AS.

Tidak ada alasan bagi kami untuk membatasi aplikasi-aplikasi itu pada saat ini. Kita akan tetap mengawasi mereka - lanjut Morrison.

Namun, Morrison meminta warga Australia untuk sadar jika aplikasi TikTok dan platform media sosial lainnya, termasuk perusahaan milik AS, menuai banyak sekali informasi tentang pengguna dan pelanggannya.

Tapi orang-orang harus tahu jika garis itu menghubungkan kembali ke Cina dan mereka harus melakukan penilaian mereka sendiri tentang apakah mereka harus berpartisipasi dalam hal itu atau tidak - tambahnya.

Sebelumnya, berbicara di dalam pertemuan Forum Keamanan Aspen di Aspen, Duta Besar Cina untuk AS Cui Tiankai mengatakan tidak ada bukti jika perusahaan tersebut berbagi informasi dengan pemerintah Cina.
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0