AS Ngotot Blokir TikTok

Aplikasi Itu Dituduh Mengumpulkan Data Dari 100 Juta Warga AS yang Menggunakan TikTok.
Adiantoro - Teknologi,Jumat, 13-11-2020 14:35 WIB
AS Ngotot Blokir TikTok
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang melarang mereka memblokir platform video singkat, TikTok.

Sebelum keputusan hakim di Pennsylvania pada 30 Oktober lalu, pemerintah AS akan memblokir TikTok pada 12 November mendatang. Sebelumnya muncul rencana memblokir TikTok, Departemen Perdagangan AS pada Agustus lalu mengeluarkan perintah larangan bertransaksi dengan TikTok.

Mengutip Reuters, Jumat (13/11/2020), pada 14 Agustus lalu, Gedung Putih mengeluarkan perintah kepada ByteDance, perusahaan induk TikTok, agar menjual operasional mereka di Negara Paman Sam itu dalam 90 hari.

Namun, tidak tampak aksi dari pemerintahan AS untuk menegakkan perintah tersebut dan belum jelas juga apakah pemerintah mengabulkan permintaan TikTok untuk memperpanjang tenggat waktu penjualan.

Berikutnya, pada 1 November lalu, Departemen Perdagangan menyatakan mematuhi keputusan Hakim Wendy Beetlestone yang melarangan pemerintah memblokir TikTok, namun lembaga tersebut akan tetap membela aksi mereka.

Di sisi lain, Pemerintahan Presiden Donald Trump bersikeras TikTok merupakan ancaman bagi keamanan nasional. Aplikasi tersebut dituduh mengumpulkan data dari 100 juta warga AS yang menggunakan TikTok serta memberikannya ke pemerintah China.

TikTok sendiri menyatakan mereka membantah tuduhan tersebut. Disebutkan ByteDance berencana menjual operasional TikTok di AS kepada Oracle Corp dan Walmart Inc, pembahasan bisnis ini masih berlanjut, namun bekum menemukan kesepakatan. Beberapa waktu lalu, ByteDance meminta perpanjangan waktu hingga 30 hari untuk penjualan TikTok.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0