Habib Rizieq Tiba, Anggota TNI-Polri Kena Sanksi, Hutan Papua Juga Digunduli

Ketika kita mendengar kabar ada sebuah kegiatan, maka secara proaktif mengingatkan tentang ketentuan yang ada. Anda boleh...
Raymond - Tajuk Rencana,Selasa, 17-11-2020 11:40 WIB
Habib Rizieq Tiba, Anggota TNI-Polri Kena Sanksi, Hutan Papua Juga Digunduli
Muda Saleh

Nusantaratv.com - Dalam sepekan, Indonesia terus disibukkan dengan isu kedatangan Habib Rizieq Shihab ke tanah air sejak 10 November lalu. Bahkan, kunjungan Imam besar FPI tersebut ke sejumlah tepat juga menuai reaksi banyak pihak.

Misal saja di Kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, dimana Habib Rizieq mengunjungi Pesantren Alam dan Agrokultural Markaz Syariah yang juga disambut oleh para pendukungnya.

Selain itu, Habib Rizieq juga menggelar pernikahan puterinya Syarifah Najwa Shihab yang dihadiri ribuan tamu. Ini juga menjadi polemik karena disebut-sebut menimbulkan kerumunan banyak orang di masa pandemi corona.

Anies Baswedan Tanggapi Soal Acara Habib Rizieq Kena Denan Rp50 Juta

Gubernur DKI Anies Baswedan memastikan bahwa penyelenggaraan pernikahan Najwa Shihab yakni putri Habib Rizieq Shihab pihaknya telah melalui proses pengawasan.

"Ketika kita mendengar kabar ada sebuah kegiatan, maka secara proaktif mengingatkan tentang ketentuan yang ada. Anda boleh cek wilayah mana di Indonesia yang melakukan pengiriman surat mengingatkan secara proaktif bila terjadi potensi pengumpulan.

"Anda lihat pilkada di seluruh Indonesia sedang berlangsung, adakah surat (resmi) mengingatkan penyelenggara tentang pentingnya menaati protokol kesehatan?,” tanya Anies.

Seperti diketahui, Habib Rizieq dikenakan denda Rp50 juta karena acara yang digelar memicu kerumunan orang. Hal ini seperti tertuang dalam Peraturan Daerah DKI Jakarta.

Dan yang membuat polemik ini menjadi semakin menarik adalah, yakni sebelum kegiatan berlangsung, BNPB memberikan bantuan masker sebanyak 20.000 helai kepada FPI. Bahkan, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo membenarkan hal itu.

Adapun pemberian masker tersebut terkait dengan rencana FPI menggelar acara Maulid Nabi dan akad pernikahan anak Muhammad Rizieq Shihab pada Sabtu (14/11/2020).

“Betul sekali Satgas Penanganan Covid-19 memberikan bantuan masker kain dan masker medis kepada Satgas yang mengelola atau panitia Maulid Nabi serta Panitia perayaan akad nikah,” kata Doni saat konferensi pers di BNPB, Sabtu (14/11/2020).

Pilkada 2020 Tak Memicu Kerumunan Orang?

Menarik, apa yang terjadi di Indonesia tentunya cukup abstrak. Sehingga masyarakat kerap mendapatkan informasi dan pemberitaan yang terkadang tidak menentu.

Nusantaratv.com Doc

Bagaimana tidak, Pemerintah melarang kerumunan orang, sementara Pilkada tetap digelar, meski ada aturan tapi jelas bahwa rencana gelakaran kontestasi lokal tersebut secara tidak langsung memicu kerumunan publik.

Habib Rizieq Kembali ke Tanah Air, Anggota TNI Ditahan, Sejumlah Kapolres Dicopot

Entah apa yang menjadi penyebab, segitu hebat dan derasnya ribuan umat muslim menjemput kedatangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq di Bandara Soetta, 10 November lalu. Tak sedikit yang melantunkan shalawat, mengucapkan selamat datang.

Ternyata di balik kedatangan Habib Rizieq juga menuai masalah, yakni seperti yang dialami oleh dua anggota TNI, yakni Kopda Asyari Tri Yudha, anggota Kompi A Yonzikon 11 Kodam Jaya, dijatuhi sanksi ringan setelah mengunggah video yang berisi adegan dirinya berteriak 'kami bersamamu Habib Rizieq Shihab.

Adapula hal serupa dialami oleh Seorang prajurit TNI Angkatan Udara (AU) berinisial Serka BDS ditahan dan diperiksa Polisi Militer karena dianggap sudah melanggar aturan disiplin militer.

Serka BDS melanggar aturan karena membuat dan mengunggah video penyambutan kepulangan pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Indonesia. Dalam video berdurasi 25 detik, Serka BDS berkata bahwa kepulangan Rizieq Shihab disambut prajurit TNI.

Sampai disini.. belum, hehehe.. karena ternyata di tubuh Polri juga bermasalah. Bahkan, otasi mendadak terjadi di dalam tubuh kepolisian. Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis telah mencopot empat pejabat kepolisian dari jabatannya.

Dua di antaranya yaitu Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana dari jabatan Kapolda Metro Jaya dan Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi dari jabatan Kapolda Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas POLRI, Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Senin,16 November 2020.

Kedatangan Habib Rizieq Shihab disambut pendukungnya di Petamburan

Bukan hanya dua jenderal itu saja, ada pula dua Kapolres yang dinilai tidak melaksanakan perintah penegakan protokol kesehatan, yakni Kapolres Jakarta Pusat, yakni Kombes Heru Novianto, dan Kapolres Bogor Roland Rolandy yang digantikan oleh diisi AKBP Harun, yang sebelumnya menjabat Kapolres Lamongan Polda Jatim.

Hal ini diperkuat dalam Surat Telegram bernomor ST/3222/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020, Kombes Heru Novianto digantikan oleh Kombes Hengki Haryadi. Dimana Hengki sebelumnya menjabat Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri.

Tentunya ini menjadi perhatian bagi publik, bagaimana TNI melakukan tindakan terhadap anggotanya yang ikut menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab, dan sejumlah perwira di tubuh Polri yang dianggap lalai dengan protokol kesehatan.

Polemik Habib Rizieq Tutup Isu Krusial Omnibus Law

Hadirnya Habib Rizieq tentu menjadi perbincangan banyak pihak. Wajar saja, karena beberapa tahun sosok pemimpin FPI itu meninggalkan Indonesia sejak beberapa masalah yang menimpanya.

Namun, ada yang tertinggal rupanya di Indonesia, mengenai isu Omnibus Law, yang juga menjadi agenda perhatian publik. Mengingat sejumlah pasal yang dianggap kontriversi, serta halaman pada UU yang berubah-ubah.

Kini, dalam beberapa hari muncul pula kasus kebakaran hutan di Papua yang diduga sengaja dilakukan oleh perusahaan Korea Selatan. Setidaknya ada sekitar 60 ribu hektare lahan yang terbakar.

Mengutip BBC Indonesia, Jumat (13/11/2020), para peneliti dari Forensic Architecture yang berbasis di Goldsmith University, Inggris, menerapkan analisis spasial dan arsitektural serta teknik pemodelan dan penelitian canggih untuk menyelidiki perusakan lingkungan.

Kelompok ini mempelajari citra satelit untuk mengungkap pola pembukaan lahan di dalam konsesi PT Dongin Prabhawa. Mereka kemudian membandingkan citra satelit itu dengan data titik api dari satelit NASA di area yang sama, dan menggabungkan keduanya dalam periode waktu yang sama, 2011 hingga 2016.

Sumber: BBC Indonesia

"Kami menemukan bahwa pola, arah dan kecepatan pergerakan api sangat cocok dengan pola, kecepatan, arah pembukaan lahan. Ini menunjukkan bahwa kebakaran dilakukan dengan sengaja.

"Jika kebakaran terjadi dari luar sisi konsesi atau karena kondisi cuaca, maka api akan bergerak dengan arah yang berbeda. Mereka akan tersebar," ” ujar peneliti senior Forensic Architecture, Samaneh Moafi.

Ya… ya.. ya.. Sibuk dengan kedatangan Habib Rizieq, bikin anggota TNI ditahan, Anggota Polisi Dicopot.. Kita juga ternyata nyaris lupa tipis-tipis sama kelanjutan UU Omnibus Law hingga hutan terbakar di Papua pun kita nyaris luput.

 

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0