SsangYong Motor Siap Luncurkan Mobil Listrik Pertama di Eropa

SsangYong Motor Berencana Menjual Aset dan Tidak Mempekerjakan Karyawan Baru Selama Lima Tahun ke Depan.

Ilustrasi SsangYong Motor. (The Korea Economic Daily)

Nusantaratv.com - SsangYong Motor Co., yang sedang bermasalah secara finansial, pada Selasa (15/6/2021), mengatakan akan meluncurkan kendaraan listrik pertamanya di Eropa pada akhir tahun ini.

Perusahaan berupaya mempercepat proses penjualannya dan bertahan dalam lingkungan bisnis yang berubah, seperti dikutip dari kantor berita Yonhap, Selasa (15/6/2021).

SsangYong mengatakan varian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari Korando EV adalah Korando Emotion dan telah memulai produksi dalam negeri untuk pertama kali serta menargetkan pasar Eropa pada Oktober mendatang.

SsangYong mengatakan mereka juga telah mengembangkan SUV (Sport Utility Vehicle) all-electric, dan diharapkan bisa meluncur tahun depan untuk bergabung dengan transisi kendaraan listrik di industri otomotif global.

Produsen mobil asal Korea Selatan (Korsel) itu mengatakan akan menyelaraskan kembali strukturnya dalam mengembangkan model ramah lingkungan yang kompetitif untuk menghilangkan kekhawatiran atas kelangsungannya dan mengejar tren industri terbaru.

"Kami akan memacu pengembangan EV baru untuk merilisnya lebih awal dari yang diharapkan," kata manajer yang ditunjuk pengadilan Chung Yong-won dalam sebuah pernyataan.

"Kami memperluas jajaran produk ramah lingkungan dan mengembangkan model bisnis baru untuk menjadi lebih kompetitif," lanjutnya.

SsangYong Motor yang berfokus pada SUV telah berjuang dengan penurunan penjualan di dalam dan luar negeri karena kurangnya model baru dan keputusan induk perusahaan India Mahindra & Mahindra Ltd., untuk tidak menyuntikkan modal baru ke unit Korea.

SsangYong telah berada di bawah pengawasan pengadilan sejak April lalu karena Mahindra gagal menarik investor di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan dan memburuknya kondisi keuangan perusahaan.

Pada Senin (14/6/2021), SsangYong mengatakan setengah dari pekerja SsangYong Motor Co., akan mengambil cuti tidak dibayar selama dua tahun mulai bulan depan sebagai bagian dari langkah-langkah swadaya untuk mempercepat proses penjualannya.

Perusahaan juga berencana menjual aset lebih lanjut untuk mengumpulkan dana dan tidak mempekerjakan karyawan baru selama lima tahun ke depan untuk merampingkan strukturnya, sementara serikat pekerja berjanji tidak melakukan pemogokan selama beberapa tahun ke depan.

Di bawah kurator pengadilan, kelangsungan hidup SsangYong tergantung pada apakah akan ada investor baru setelah penyelesaian utang dan upaya restrukturisasi lainnya.

Ini adalah kedua kalinya SsangYong berada di bawah kurator pengadilan setelah menjalani proses yang sama satu dekade lalu. Kurator pengadilan adalah salah satu langkah singkat dari kebangkrutan dalam sistem hukum Korea Selatan. Dalam kurator, pengadilan akan memutuskan apakah dan bagaimana menghidupkan kembali perusahaan.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK