Awai Kenang Masa Jaya Persib Hingga Tidur Dekat Kuburan

Anwar Sanusi juga tak lupa membagi ceritanya
Arfa Gandhi - Sport,Jumat, 13-11-2020 00:55 WIB
Awai Kenang Masa Jaya Persib Hingga Tidur Dekat Kuburan
Mantan pemain dan pelatih kiper Persib, Anwar Sanusi / Foto: Indosport

Nusantaratv.com - Anwar Sanusi merupakan pemain Persib di era 90-an yang mengaku beruntung bisa tiga kali merebut juara bersama skuat Maung Bandung.

Gelar juara pertama diraih Anwar saat masih mejadi pemain pada kompetisi Perserikatan 1989/1990 dan LIga Indonesia 1994/1995.

Sementara satu gelar lainnya didapatkan saat dipercaya menjadi pelatih kiper pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.

Anwar Sanusi juga tak lupa membagi ceritanya saat berjuang mati-matian untuk meraih gelar bersama Persib Bandung ditahun pertamanya.

Kala itu, Persib dalam kondisi terpuruk dan sedang berjuang untuk bangkit di kompetisi Perserikatan tahun 1989/1990.

Bahkan, buruknya penampilan Persib juga membuat Ketua Umum saat itu, Ateng Wahyudi marah dan menghukum tim lantaran tak mampu tampil baik di awal kompetisi.

Tercatat, di laga pembuka babak penyisihan Wilayah Barat bulan November 1989, Persib dihajar pendatang baru Persita Tangerang 0-1 dan hanya mampu bermain imbang dengan Persija di Stadion Siliwangi Bandung.

Kegagalan meraih kemenangan dilaga kandang membuat publik sepak bola Bandung meragukan kinerja tim asuhan Ade Dana. Bahkan, ketika bertandang ke markas PS Bengkulu, Maung Bandung juga harus menyerah 1-2.

"Awal musim terpuruk. Kalah dari Persita yang tidak diunggulkan. Kemudian laga lainnya belum memuaskan. Saat tur ke Sumatra, Bapak H. Ateng Wahyudi (Ketua Umum Persib) menghukum tim untuk tidak kembali ke Bandung," kenang pemain yang akrab disapa Awai. 

Alhasil, skuad Persib harus menetap sementara di Bengkulu. Padahal, rentang waktu ke laga berikutnya melawan PSDS Deli Serdang dan PSMS Medan masih cukup lama.

Hukuman bukan hanya tak boleh kembali ke Bandung. Penginapan skuat tim juga dipindahkan dari hotel ke sebuah penginapan yang letaknya dekat dengan pemakaman. 

"Kami harus tinggal di Bengkulu sekitar dua minggu. Hukuman berlanjut, kami harus meninggalkan hotel berbintang dengan fasilitas serba enak ke sebuah hotel yang sangat sederhana dan lokasi berdekatan dengan area pemakaman," ucapnya. 

Namun, jerih payah tim akhirnya terbayar. Berbagai usaha yang dilakukan untuk bangkit berbuah hasil, hingga akhirnya Pangeran Biru bisa meraih juara pada tahun itu. 

"Awal kebangkitan tim dimulai saat tur Sumatera. Akhirnya Persib bisa meraih juara kompetisi Perserikatan musim 1989/1990," kenangnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0