PSSI dan AFC Bikin Kesepakatan Soal Nasib Sepakbola Indonesia

Pada rapat ini, PSSI diwakili oleh Direktur Teknik, Indra Sjafri
Arfa Gandhi - Sport,Selasa, 10-11-2020 14:05 WIB
PSSI dan AFC Bikin Kesepakatan Soal Nasib Sepakbola Indonesia
Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri / Foto: Liputan6

Nusantaratv.com - Merebaknya wabah virus corona (Covid-19) tidak boleh menjadi penghalang untuk menggulirkan kompetisi sepak bola.

Begitulah bunyi pernyataan AFC dalam rapat Technical Committe Meeting yang digelar secara virtual pada Senin (9/11/2020) kemarin.

Pada rapat ini, PSSI diwakili oleh Direktur Teknik, Indra Sjafri yang juga anggota Komite Teknik AFC periode 2019/23.

Rapat itu juga dihadiri seluruh anggota Komite Teknik AFC termasuk Ketua Komite Teknik AFC Kohzo Tashima, Direktur Teknik AFC, Andy Roxburg dan Sekjen AFC, Dato’ Windsor John.

"Rapat berjalan lancar dan kami tadi memberikan masukan atau saran terkait perkembangan situasi sepak bola di Indonesia saat ini. Terdapat lima keputusan dari rapat tersebut," kata Indra Sjafri.

"Kelima keputusan itu adalah pergantian musim Liga Champions Asia (Proposal dari Asosiasi Sepak Bola Jepang), pertimbangan ulang dari Pengakuan Pengalaman dan Kompetensi Saat ini (RECC), regulasi dan panduan yang direvisi untuk piagam AFC Grassroots dan Youth Scheme AFC Elite, pembentukan panel pendidikan pelatih AFC Baru, AFC Grassroots Panel dan AFC Youth Panel, dan kursus pelatihan khusus AFC," jelasnya.

Untuk kursus pelatih, Indra Sjafri menjelaskan, AFC menekankan kepada anggotanya tidak boleh menurunkan standart sertifikat atau lisensi pelatih.

Pasalnya, kualifikasi pelatih yang kompeten dibutuhkan untuk melindungi pemain dan menjaga standart tim agar tetap tinggi.

"Direktur Teknik AFC, Andy Roxburg mengatakan bahwa selain pelatih kepala dan asisten pelatih yang harus memiliki lisensi yang mumpuni, namun juga kompenen kepelatihan lainnya seperti pelatih kiper dan fisik," ungkapnya.

"Pengalaman memang penting, tapi terkadang pengalaman saja tidak cukup, butuh lisensi yang sesuai standart AFC. Ini berlaku untuk pelatih lokal maupun asing. Khusus pelatih asing di Indonesia kami harus punya sertifikat atau lisensi yang diakui oleh AFC," sambung mantan pelatih Timnas U-19 tersebut.

Pada regulasi Liga 1 2020, standardisasi pelatih kepala dan asisten pelatih diatur pada pasal 31 tentang Dokumen Pendaftaran Ofisial yang menyatakan bahwa pelatih kepala harus mempunyai lisensi AFC "A" Coaching, UEFA A License atau yang setara serta mendapatkan pengakuan dari AFC dengan dibuktikan dokumen RECC (Recognition of Experience and Current Competence).

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0