Mulai Panas, Lokasi Munas Pertina Dapat Kritik Pedas

Sebelumnya diusulkan dua lokasi untuk menggelar Munas Pertina
Arfa Gandhi - Sport,Kamis, 12-11-2020 23:25 WIB
Mulai Panas, Lokasi Munas Pertina Dapat Kritik Pedas
Peserta Mukernas Pertina / Foto: Arf 18

Nusantaratv.com - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Pertina yang digelar secar virtual akhirnya memutuskan menggelar pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 17 Desember 2020.

Sejatinya, dari Mukernas ini diusulkan dua lokasi untuk menggelar Munas Pertina, yakni Laboan Bajo dan Jabodetabek.

Dalam voting kota Seribu Sunset itu terpilih setelah mendapatkan dukungan 18 suara, sementara Jabodetabek hanya 17 suara.

Sayangnya, penetapan tempat wisata yang terkenal dengan binatang Komodo itu mendapat kritikan tajam dari peserta yang menginginkan pelaksanaan di Jabodetabek.

Sekretaris Pengprov Pertina Banten, Warta Ginting usai Mukernas mengatakan bahwa ada dua suara yang dianggap tidak sah dalam voting lokasi Munas, yakni Pengrov Pertina Lampung dan Pengrov Pertina Maluku.

"Saat voting, salah satu pengurus Pengprov Pertina Lampung waktu dihubungi tidak menetapkan karena tidak ada mandat dari ketua umumnya tetapi oleh mereka tetap ditulis mejadi Labuan Bajo. Harusnya kan absen," kata Warta Ginting, Kamis (12/11/2020) malam di hotel Aryaduta.

"Kedua Pengprov Pertina Maluku punya dua surat mandat. Pertama, surat mandat yang ditandatangani oleh ketua harian dan yang kedua ditandatangani oleh ketua. Setelah diselidiki yang ditanda tangani ketua hanya di scane. Jadi, mandat itu sudah dipastikan tidak benar apalagi kita tahu bahwa ketuanya tidak berada di Maluku," jelasnya.

Warta Ginting juga mengungkapkan adanya kesalahan fatal yang dilakukan dalam voting tersebut. Jumlah suara yang ada yakni 35 dengan rincian 34 Pengprov Pertina ditambah dengan Ketua Umum PP Pertina, Jhony Asadoma.

Tetapi, jumlah suara menjadi 34 setelah Pengprov Sulawesi Tengah (Sulteng) hanya sebagai peninjau lantaran belum memiliki Surat Keputusan.

"Artinya Jhony Asadoma dalam hal ini sebagai ketua Pertina memberikan dua suara ke Laboan Bajo. Saat kedudukan menjadi 17-17 dan kembali memberikan suara saat memutuskan. Masalah ini kita akan laporan kepada KONI Pusat," tegasnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0