Haornas 2020, Airlangga Hartarto Raih Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi

Airlangga mampu menjadikan wushu sebagai cabang olahraga peraih medali emas andalan Indonesia
Arfa Gandhi - Sport,Kamis, 10-09-2020 01:25 WIB
Haornas 2020, Airlangga Hartarto Raih Penghargaan Pembina Olahraga Berprestasi
Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto / Foto: Ist

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Airlangga Hartarto mendapat penghargaan sebagai Pembina Olahraga Berprestasi dari Kemenpora pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) Rabu, (9/9/2020) malam.

Pasalnya, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 1 Oktober 1961 ini mampu menjadikan wushu sebagai cabang olahraga peraih medali emas andalan Indonesia diajang kompetisi International.

Hal itu tak lepas dari pemahamannya tentang seluk beluk dunia persilatan wushu/kungfu yang tidak perlu diragukan lagi.

Sebab, sejak muda ia sudah berlatih kungfu di GOR Bulungan Jakarta Selatan dan satu perguruan dengan sekjend PB.WI, Ngatino.

Komitmen yang luar biasa telah ditunjukkan Airlangga Hartarto di tengah kesibukan saat menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja 1 maupun sebagai Menko Perekonomian pada Kabinet Kerja II Presiden Joko Widodo. 

Tercatat selama tiga tahun memimpin PB Wushu Indonesia (sejak 2017 lalu), Airlangga Hartarto mampu menjadikan atlet wushu Indonesia meraih prestasi pada ajang event tingkat internasional.

Mulai dari SEA Games 2017, Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 Filipina. 

Di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia, Tim Wushu Merah Putih berhasil memboyong 3 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu. Saat itu, Lindswell Kwok berhasil meraih medali emasnya dari nomor Taijijian (jurus pedang).

Di ajang Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah, Tim Wushu Indonesia  mampu melampaui target perolehan medali dengan berhasil mengumpulkan 5 medali yang terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. 

Medali emas kembali dikontribusikan oleh atlet senior Lindswell Kwok di nomor taijiquan dan taijijian putri. 

Seolah tak berhenti mengukir prestasi tim wushu Indonesia kembali meraih medali emas di ajang SEA Games 2019 Filipina melalui Edgar Xavier Marvelo yang merengkuh medali emas di nomor taolu kombinasi daoshu dan gunshu.

Pasangan Yanti K. Isfandiari ini tak luput untuk meneruskan tradisi reward bagi para atlet dari penampilan baiknya di berbagai event regional maupun internasional. 

Prestasi juga dibubuhkan kelompok atlet wushu yunior Indonesia pada 2018. Kontingen wushu Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih 10 medali pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2018 yang berlangsung di Brasilia, Brasil, 9-15 Juli. Rinciannya 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.

Yang lebih membanggakan lagi, Kontingen Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih 3 medali emas dan 1 perunggu pada Kejuaraan Dunia Wushu 2019 di Minhang Stadium, Shanghai, Tiongkok 23 Oktober.

Emas diraih pada nomor dellian beregu putra yang diperkuat oleh Edgar Xavier Marvelo, Seraf Naro Siregar, dan Haris Horatius.

Lalu Edgar Xavier juga menyumbang emas pada nomor taolu, serta changquan putra. Ditambah dengan satu perunggu yang diperoleh oleh Harris Horatius pada nomor Nan Gun.   

Pemahaman terhadap pembinaan olahraga yang berjenjang dan berkesinambungan taķ luput dari perhatiannya.

Program regenerasi atlet wushu dan peningkatan kualitas pelatih menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan prestasi wushu ke depan. 

Kecintaan terhadap olahraga beladiri juga ditunjukkannya dengan menjadi Pembina Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI). Dia mendukung keinginan cabang olahraga kick boxing meraih prestasi pada SEA Games Vietnam 2021.

Dibawah binaannya, pada penampilan perdana di SEA Games XXX Filipina 2019, Tim Kick Boxing Indonesia telah menunjukkan prestasi cukup membanggakan dengan menyumbangkan 2 perak dan 6 perunggu.

Pada SEA Games Vietnam 2021, cabang olahraga kick boxing kembali akan dipertandingkan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0