Soal Vaksin AstraZeneca, RI Tunggu Kajian ITAGI

Denmark berencana menghentikan penggunaan vaksin tersebut

Vaksin AstraZeneca. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menunggu kajian lengkap dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai kelanjutan nasib vaksin AstraZeneca di Tanah Air.

Ini menyusul Denmark yang bakal menghentikan sepenuhnya penggunaan vaksin corona asal perusahaan farmasi Inggris tersebut, gara-gara kasus penggumpalan darah yang diyakini merupakan efek samping dari vaksin itu.

"Kementerian Kesehatan dalam hal ini menunggu BPOM dan ITAGI ya untuk rekomendasinya," kata Nadia, Kamis (15/4/2021).

Nadia sekaligus memastikan bahwa sejauh ini belum ditemukan efek samping kasus penggumpalan darah akibat penggunaan 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang tiba di Indonesia 8 Maret lalu itu.

"Belum ada penggumpalan darah," imbuhnya.

Kendati begitu, vaksin AstraZeneca sempat dihentikan penggunaannya di Sulawesi Utara pada akhir Maret lalu.

Satgas setempat memutuskan untuk menyetop sementara penggunaan vaksin AstraZeneca usai 990 orang dari 3.990 penerima vaksin AstraZeneca dilaporkan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) KIPI berupa demam, menggigil, nyeri badan hingga tulang dan muntah serta mual.

Namun demikian, tak genap sepekan setelahnya Komisi Nasional KIPI merekomendasikan agar vaksin AstraZeneca dapat kembali dilanjutkan di Sulut.

Komnas KIPI mengungkapkan berdasar hasil kajian analisis dan investigasi dari Komisi Daerah (Komda) KIPI Sulut, KIPI yang ditemukan pada warga hanya bersifat ringan dan sebagian mengarah pada Immunization stress-related response (ISRR) alias kecemasan berlebihan.

Sementara itu, penghentian penggunaan AstraZeneca di Denmark terjadi usai beberapa kali terjadi penundaan vaksin asal Inggris itu.

Keputusan itu juga diterapkan setelah Badan pengawas obat Uni Eropa (EMA) pada pekan lalu menetapkan bahwa penggumpalan darah merupakan efek samping langka dari AstraZeneca.

Meski begitu, EMA tetap menganggap AstraZeneca aman dan mendorong masyarakat tetap memakainya lantaran manfaat vaksin tersebut jauh lebih besar dari risikonya. Demikian dikutip dari CNNIndonesia.com.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK