Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian, Jerinx SID Dipanggil Polisi

Drummer Jerinx SID dipanggil polisi terkait laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali.
Alamsyah - Showbiz,Selasa, 04-08-2020 13:15 WIB
Diduga Sebarkan Ujaran Kebencian, Jerinx SID Dipanggil Polisi
Jerinx SID/iNews

Jakarta, Nusantaratvcom - Kepolisian Daerah (Polda) Bali memanggil drummer band Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina atau Jerinx SID.

Jerinx dipanggil Polda Bali terkait laporan dari pihak  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. 

Mengutip Kompas.com, Kabid Humas Polda Bali Kombes Syamsi mengatakan, laporan tersebut terkait dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang diunggah dalam akun Instagram milik Jerink. 

"Jadi, yang dilaporkan terkait dengan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik melalui medsos di akun Instagramnya dia," kata Syamsi, Selasa (4/8/2020). 

Ia mengatakan, unggahan yang dilaporkan salah satunya yakni menyebut IDI dan rumah sakit sebagai kacung WHO. 

Adapun kalimat yang dimaksud yakni "Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19". 

Syamsi mengatakan, laporan tersebut dilakukan pada 16 Juni 2020. Jerinx juga sempat dipanggil untuk dimintai keterangan, namun berhalangan hadir. Rencananya, Jerinx akan kembali dipanggil sebagai saksi pada Kamis (6/7/2020) mendatang. 

Sejauh ini Polda Bali telah memeriksa saksi pelapor dan meminta keterangan dari ahli. 

"Kami sudah periksa saksi-saksi dan ketuanya (IDI). Ahli-ahli juga sudah," kata dia.

Dalam hal ini, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) UU Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 

Ketua IDI Bali I Gede Putra Suteja mengatakan, pihaknya melaporkan Jerinx salah satunya karena menuding IDI sebagai kacungnya WHO. 

Dia mengatakan, IDI sebagai sebuah organisasi merasa terhina dengan unggahan Jerinx di akun media sosialnya. 
"Iya, terkait menghina IDI sebagai kacungnya WHO, IDI ikatan apa itu. Kita kan organisasi kan merasa terhina tehadap hal itu," kata Suteja.

Suteja mengatakan, terkait laporan ini ia menyerahkan seluruhnya ke proses hukum yang berjalan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0